6 Hal Penting bagi Umat Islam dalam Memperkuat Moderasi Beragama

Senin 06 Juli 2020 17:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 06 614 2242023 6-hal-penting-bagi-umat-islam-dalam-memperkuat-moderasi-beragama-ASSG0E2Zz6.jpg Kantor Pusat MUI di Jakarta Pusat (Okezone)

PEMERINTAH sudah memasukkan moderasi beragama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara, Abdul Hamid Halim menyebutkan ada enam poin penting bagi umat Islam untuk memperkuat moderasi dalam beragama.

Menurut Hamid, memahami Islam secara moderat menjadi sangat penting karena sikap keberagaman yang moderat akan menjadikan seseorang berkepribadian paripurna.

Dalam Webinar Nasional Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Sulawesi Tenggara melalui zoom, Senin (6/7/2020), Hamid menjabarkan enam hal penting tersebut.

Baca juga: Layanan Bayt Alquran dan Museum Istiqlal Kembali Dibuka

Hal pertama yang dapat dilakukan, kata Hamid, adalah menanggulangi gerakan ekstremisme melalui handphone dan softphone, yang saat ini menjadi media utama penanaman ekstremisme.

“Saat ini terhitung cukup banyak kelompok-kelompok Islam garis keras yang memahami agama secara ekstrem dan tekstual sehingga mudah untuk mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat,” katanya seperti dilansir dari laman resmi MUI.

Kedua, memperkuat pendidikan berbasis agama. Pendidikan ini bertujuan untuk membentuk suatu perilaku yang baik pada generasi muda muslim, berdasarkan nilai dan norma tauhid dan aqidah Islam serta memberikan pemahaman toleransi dalam beragama.

Hamid melanjutkan, perlu juga memperkuat literasi media dalam menanggulangi hoax yang menjadi prioritas saat ini mengingtat banyak nya hoax yang bermunculan dengan isu SARA dan sangat mudah tersebar di masyarakat. Menurutnya, jika tidak ditanggulangi secara cepat akan berdampak pada tereduksinya ikatan antar umat beragama di Indonesia.

Keempat, disamping literasi media, memperkuat Tim Cyber di kementrian/lembaga dan organisasi sosial keagamaan juga harus dimaksimalkan. Yang kelima adalah memaksimalkan jejaring antara lembaga kementrian/lembaga dan organisasi sosial keagamaan di secara merata.

Menurutnya, pertikaian kecil yang sering terjadi di masyarakat dapat diatasi jika MUI dan pemerintah serta lembaga sosial kemasyarakatan bersama-sama menerapkan praktik Islam moderat sesuai dengan fungsi-nya masing masing.

Sementara yang keenam adalah perlunya memperkuat deteksi dini munculnya paham-paham yang tak sejalan dengan nilai-nilai moderasi dalam lingkungan kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Kerukunan Umat Beragama, Nadjamuddin Ramly meyampaikan moderasi Islam atau Wasathiyatul Islam juga tentang bagiamana Islam disebarkan sebagai agama yang Rahmatan lil alamin.

“Dalam posisi Islam, kita tetap tegas. Menolak infiltrasi seluruh ajaran-ajaran yang tidak Islami dan kita tetap berkasih sayang kepada sesama muslim. Tidak bisa kita gadaikan aqidah ini dengan sikap permisifme. Saat kita berada pada posisi universal maka kita bisa betul-betul lembut dan santun, sebagaimana makna toleransi dalam umat beragama,” katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini