Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamenag Apresiasi Pembukaan Kembali Bayt Alquran di TMII

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 06 Juli 2020 |18:12 WIB
Wamenag Apresiasi Pembukaan Kembali Bayt Alquran di TMII
Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi (Foto: Kemenag)
A
A
A

WAKIL Menteri Agama RI, Zainut Tauhid Sa'adi menghadiri pembukaan kembali Layanan Bayt Alquran dan Museum Istiqlal (BQMI) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Senin, (6/7/2020).

Pembukaan ini dilaksanakan setelah Zainut Tauhid memastikan kesiapan Bayt Alquran dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat di era normal baru, yakni dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan sebagaimana yang diwajibkan oleh pemerintah.

“Mengapresiasi kepada Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Balitbangdiklat Kemenag RI, yang selama ini telah berusaha mengawal kesahihan kitab suci Alquran, dan meningkatkan pemahaman masyarakat muslim Indonesia terhadap kitab sucinya melalui kajian dan penerbitan tafsir dan literatur Alquran,” ujar Wamenag dalam keterangan resminya yang diterima Okezone, Senin (6/7/2020).

Selain itu Zainut juga mengapresiasi berbagai langkah inovatif yang dilakukan oleh LPMQ, yakni dalam menjaga dan melestarikan warisan karya tulis Alquran dan arsitektur Islam melalui Bayt Alquran dan Museum Istiqlal.

Wamenag Zainut Tauhid

Baca juga: Indahnya Masjid Agung Sang Ciptarasa Dibangun dengan Batu Bata Merah

Lebih lanjut, bahwa Alquran merupakan satu-satunya kitab suci yang paling banyak dicetak dan beredar di kalangan masyarakat. Oleh karena itu, penting menjaga kesahihan teks Alquran agar terhindar dari kesalahan dalam bentuk apapun.

“Sekalipun telah ada jaminan keotentikan Alquran secara langsung dari Allah, namun tetap diperlukan adanya kerjasama antara lembaga-lembaga yang terkait; yakni Kementerian Agama, dalam hal ini LPMQ, Majelis Ulama Indonesia (MUI), penerbit, percetakan dan masyarakat dalam menjaga orisinalitas tulisan dan bacaan Alquran,” tuturnya.

Dia berharap layanan Bayt Alquran dan Museum Istiqlal tidak hanya sebagai sarana untuk menyimpan koleksi-koleksi kitab suci umat Islam itu, namun dapat menjadi sarana rekreasi dan edukasi, serta tidak kalah saing dari museum-museum yang lain.

"Jika perlu dilakukan modernisasi sehingga lebih menarik minat masyarakat untuk mengunjunginya, termasuk peningkatan layanan yang memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi sesuai dengan era internet kini. Sehingga layanan dari BQMI dapat memanifestasikan berkah dari Alquran dalam terus mendukung berkembangnya umat Islam yang memiliki kesalehan personal sekaligus kesalehan sosial," tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pembukaan layanan Bayt Alquran dengan memberlakukan protokol kesehatan Covid-19 di era new normal diharapkan dapat memastikan segala aktivitas di BQMI berjalan dengan baik, dan masyarakat pecinta Alquran dapat terlayani dengan kesehatan mereka tetap terjaga.

Sementara itu, Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran (LPMQ) Kemenag, Muchlis M Hanafi mengatakan, BQMI TMII selama ini menjadi salah satu destinasi wisata religi di Jakarta.

Banyak pelajar dan peneliti yang berkunjung untuk belajar dan meneliti terkait perkembangan pentashihan dan pengkajian Alquran di Indonesia.

“Terhitung sejak 1 Januari 2020 hingga 15 Maret 2020 tidak kurang dari 23.200 orang telah berkunjung ke BQMI,” kata Muchlis.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement