Keutamaan Dakwah kepada Keluarga Terdekat

Hantoro, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 08:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 330 2243482 keutamaan-dakwah-kepada-keluarga-terdekat-IGaEEOHRqO.jpg Ilustrasi keluarga Muslim. (Foto: Freepik)

SALAH satu tugas seorang Muslim terhadap saudaranya yang lain adalah berdakwah mengingatkan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan menjalankan sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. Dakwah bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.

Dakwah sebaiknya didahulukan dari lingkungan terdekat, seperti keluarga. Hal ini dimaksudkan agar seorang mukmin dapat menciptakan kehidupan yang Islami di sekitarnya. Inilah di antara keutamaan pentingnya berdakwah dari keluarga terdekat terlebih dahulu.

Baca juga: Sungguh Dahsyat, Ini 6 Khasiat Surah Al Insyirah 

Sebagaimana dikutip dari Muslim.or.id, Kamis (9/7/2020), ketika Allah Subhanahu wa ta'ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, diperintahkan terlebih dahulu mendakwahkan sanak saudaranya.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

Artinya: "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." (QS Asy-Syu'araa' (26): 214)

Dijelaskan bahwa apabila di negerinya sendiri terdapat ruang dan kesempatan untuk berdakwah serta memperbaiki kondisi masyarakat, maka tidak selayaknya baginya untuk ke luar ke negeri yang lain, meskipun bersama tetangganya.

Jika tidak ada ruang untuk dakwah, misalnya di negerinya sudah berada dalam kondisi yang diinginkan oleh syariat Islam, maka boleh baginya untuk ke tempat lain.

Sikap hikmah dalam berdakwah adalah memperbaiki kondisi di lingkungan terdekatnya sendiri sebelum menuju tempat lain. Jika diurutkan adalah memperbaiki kondisi keluarga terdekat terlebih dahulu, kemudian ke masyarakat sekitar, dan seterusnya. Hal ini dalam rangka mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa ta'ala kepada Nabi-Nya Shallallahu alaihi wa sallam.

Baca juga: Menelusuri Jejak Imam Asal China Penyebar Islam di Hong Kong 

Ilustrasi keluarga Muslim. (Foto: Freepik)

Adapun keutamaan berdakwah adalah menjelaskan Alquran dan As Sunnah dengan pemahaman salafus shalih, dan disertai amalannya. Intinya menjelaskan ilmu dan mengamalkannya.

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Artinya: "Katakanlah (wahai Muhammad): Ini adalah jalanku aku berdakwah kepada Allah di atas bashirah (ilmu), aku dan orang-orang yang bersamaku." (QS Yusuf: 108)

Allah Subhanahu wa ta’ala kembali berfirman:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

Artinya: "Serulah manusia kepada jalan Allah dengan hikmah (ilmu) dan nasihat yang baik. Dan debatlah mereka dengan cara yang baik." (QS An Nahl: 125)

Dakwah seperti inilah yang diperintahkan oleh agama kita yaitu lembut dan penuh hikmah.

Allah Ta’ala berfirman

ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah (lemah lembut) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dakwah hendaknya dilakukan dengan kelembutan sebagaimana arahan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Beliau bersabda:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ

Artinya: "Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk." (HR Muslim)

Baca juga: Sederet Muslimah Penyebar Islam di Inggris yang Terlupakan 

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam ketika menyampaikan ilmu, seringkali para sahabat menangis dan tergugah perasaannya. Sebagaimana hadis Al Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu anhu:

صلَّى بنا رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم الصُّبحَ ذاتَ يَومٍ، ثم أقبَلَ علينا، فوَعَظَنا مَوعِظةً بَليغةً ذَرَفَتْ منها العُيونُ، ووَجِلَتْ منها القُلوبُ

Artinya: "Suatu hari kami Sholat Subuh bersama Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Beliau pun memberi nasihat kepada kami dengan nasihat yang mendalam. Yang membuat air mata berlinang dan hati bergetar." (HR At Tirmidzi Nomor 2676. Ia berkata: hadis ini hasan sahih)

Baca juga: Mencontoh Rasulullah Berdakwah dengan Lemah Lembut 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya