Masjid Pakuncen, Berdesain Unik Menyerupai Kerajaan Majapahit dan Mataram

Rivaldy Maulana Alamsyah, Jurnalis · Kamis 09 Juli 2020 15:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 09 615 2243726 masjid-pakuncen-berdesain-unik-menyerupai-kerajaan-majapahit-dan-mataram-IpJEYYNqBx.jpg Masjid Pakuncen di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. (Foto: Youtube Official iNews)

SEBUAH masjid unik dan bersejarah terdapat di Desa Pakuncen, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Rumah ibadah tersebut adalah Masjid Pakuncen. Masjid ini memiliki desain interior unik dengan menyerupai kerajaan.

Ketika memasuki Masjid Pakuncen, jamaah akan disambut doa masuk masjid:

اَللّهُمَّ افْتَحْ لِيْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Allahummaf-tahlii abwaaba rahmatika

Artinya: "Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."

Maksud dari ditampilkannya doa ini di pintu depan masjid untuk mengingatkan kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala dan mengharapkan rahmat hingga rezeki dari-Nya.

Baca juga: Masjid Perahu Gresik Bukti Sejarah Syiar Islam Melalui Jalur Laut 

Masjid Pakuncen Nganjuk. (Foto: Youtube Official iNews)

Masjid Pakuncen ini didirikan oleh tokoh penyebaran agama Islam setempat yang bernama Mbah Nur Jalifah. Masjid Pakuncen mulai dibangun pada 1651 dan selesai tahun 1792.

Hampir seluruh struktur bangunan Masjid Pakuncen dibuat menggunakan bata merah dan kayu. Hal ini untuk menciptakan suasana seperti Kerajaan Majapahit dan Mataram pada zaman dahulu.

Tidak hanya bangunannya, mulai pintu masuk dan jalan menuju masjid hingga halamannya bernuansa tradisional. Bahkan di sisi utara masjid terdapat kolam kuno.

Alasan dibangunnya Masjid Pakuncen menyerupai kerajaan adalah untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam menjalankan ajaran Islam, seperti saat dipimpin pendiri masjid dahulu.

Baca juga: Uniknya Masjid Al Osmani Medan, Berwarna Kuning Penuh Nilai Sejarah 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di dalam sana juga terdapat situs makam pendiri Masjid Pakuncen yakni Mbah Nu Jalifah.

"Konsepnya dari saya lewat Keraton Yogyakarta, seperti Masjid Pathok Negoro. Kalau masjid ini kurang lebih 1651, diselesaikan pada 1792 kurang lebih. Pendirinya Mbah Nur Jalifah," jelas Nadhir, juru makan setempat, dikutip dari Youtube Official iNews, Kamis (9/7/2020).

Hingga kini makam maupun masjid peninggalan Nur Jalifah, tokoh penyebaran agama Islam di sana, masih terus dirawat dan dilestarikan masyarakat Nganjuk.

Baca juga: Arsitektur Unik Masjid Aladdin, Mahakarya Warisan Dinasti Seljuk 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya