Share

Penjualan Hewan Kurban di Yogyakarta Dibatasi, Pedagang Harus Izin Wali Kota

Jum'at 10 Juli 2020 07:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 10 614 2244072 penjualan-hewan-kurban-di-yogyakarta-dibatasi-pedagang-harus-izin-wali-kota-9VUPTrbPY3.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

JUMLAH titik penjualan hewan kurban di Kota Yogyakarta akan dibatasi. Bila tahun lalu terdapat sekitar 58 titik, maka diharapkan tahun ini berkurang hingga separuhnya.

Aturan terkait penjualan hewan kurban di masa pandemi virus corona atau Covid-19 ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Yogyakarta.

โ€œDalam SE itu juga mengatur penyembelihan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di wilayah serta penyelenggaraan Salat Id. Dalam waktu dekat akan kami sosialisasikan,โ€ kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, menukil laman KRjogja, Jumat (10/7/2020).

Titik penjualan hewan kurban tahun lalu paling banyak tersebar di wilayah Umbulharjo dan Kotagede. Terdapat dua kecamatan yang tidak ada pasar tiban hewan kurban yakni Pakualaman dan Gondomanan.

Pihak yang akan mengadakan penjualan hewan kurban harus mengajukan izin ke wali kota yang disampaikan ke kecamatan setempat.

Baca juga:ย Miss Muslimah 2020, Kontes Kecantikan demi Mengubah Stigma Hijabers

Sugeng mengaku, pembatasan penjualan hewan kurban akan menggunakan rasio keluasan lahan. Selain itu, hewan dari luar daerah harus disertai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

Bahkan orang yang membawa hewan tersebut dari luar daerah juga membekali hasil negatif Covid-19 dari rapid test. โ€œTali hewan juga harus higienis karena sering dipegang,โ€ ujar dia.

Mengenai penyembelihan hewan kurban, masyarakat nantinya diarahkan melalui RPH Giwangan. Hanya, pendaftaran penyembelihan di RPH Giwangan akan dikoordinir oleh Baznas Kota Yogya. Kapasitasnya mencapai hingga 200 ekor lembu dan 200 ekor kambing. Sejauh ini Baznas Kota Yogya sudah mengelola sekitar 135 ekor lembu.

Meski demikian, penyembelihan hewan di wilayah atau luar RPH juga masih diperbolehkan. Tahun lalu terdeteksi ada 526 titik lokasi penyembelihan di wilayah. Hanya ada aturan yang harus ditaati oleh pihak panitia. Antara lain memberikan informasi ke wali kota dan dinas dengan menyertakan layout desain tempat penyembelihan serta membentuk Satgas Covid-19.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

โ€œAda rasio keluasan untuk membatasi kerumunan. Misalnya untuk satu ekor lembu, misalnya membutuhkan luas 100 meter persegi, maka itu harus terpenuhi. Jika tidak, nanti satgas yang menertibkan,โ€ paparnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, mengatakan, hewan kurban yang disembelih di wilayah Kota Yogya di luar RPH, hanya untuk yang akan didistribusikan bagi warga sekitar.

Adapun daging yang akan dibagikan ke luar daerah, harus disembelih di daerah setempat.

Bahkan hewan kurban diimbau dibeli di daerah tersebut guna mengurangi interaksi antar orang, demi mencegah penularan Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini