Mengenal Wasit Perempuan Muslim Pertama di Sepakbola Inggris

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Rabu 15 Juli 2020 18:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 15 614 2246927 mengenal-wasit-perempuan-muslim-pertama-di-sepakbola-inggris-Ez6KIOck2E.jpg Jawahir Roble (The Guardian)

JAWAHIR Roble disebut-sebut sebagai wasit perempuan muslim pertama di jagad sepakbola Inggris. Perempuan asal Somalia ini mulanya merupakan pemain sepakbola lalu memilih jadi pelatih tim, hingga akhirnya mendapat lisensi sebagai pengadil alias wasit.

Zaman sekarang, semua cabang olahraga mulai digemari perempuan. Mulai dari sepak bola, basket, renang, bahkan olahraga bela diri seperti karate, gulat hingga UFC.

Dan banyak juga kompetisi elit kelas dunia dari segala cabang olahraga berusaha membantu dan mendorong untuk perkembangan olahraga wanita.

Baca juga: Hijaber Cantik ini Viral karena Keunikan Namanya

Salah satunya Jawahir Roble. Perempuan muslim ini hijrah ke Inggris bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari ganasnya perang saudara di Somalia. Ia Kemudian menjali kehidupan baru dan menggapai cita-citanya di negeri asal sepakbola ini.

Suatu ketika, ada pelatihan yang disponsori oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris atas inisiatif tim nasional untuk 20.000 anak perempuan berusia 5 hingga 11 tahun di seluruh negeri. Program yang diluncurkan FA pada 2017, bertujuan untuk menggandakan partisipasi anak perempuan dalam olahraga pada 2020.

Roble ikut serta. Dia yang dulu biasa bermain sepakbola di tengah kecamuk perang dan kadang hanya menggunakan kentang atau bakan koran bekas dibikin seperti bola saat masih di Somalia, kini berani unjuk gigi hingga berhasil tembus dalam ke tim.

Baca juga: Pelajari Kisah Nabi Ibrahim, Ini 4 Hikmah yang Bisa Kamu Ambil 

Roble terus bermain sepakbola sepanjang masa mudanya. Seiring bertambahnya usia, Roble menjadi pelatih dan akhirnya beralih ke wasit berlisensi, pekerjaan yang sangat berbeda dengan wanita lainnya. Namun ia sangat berterima kasih atas karunia yang diberikan oleh tuhan.

"Begitu saya berada di atas lapangan dan meniup peluit untuk memulai permainan, saya bukan pengungsi, jilbab saya, jenis kelamin atau warna kulit saya tidak masalah," kata Roble dikutip dalam The Guardian.

"Saya seorang wasit dan saya tahu bagaimana melakukan pekerjaan dengan baik, itu saja."

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini