Ini Lho Hikmah di Balik Larangan Memotong Kuku dan Rambut bagi Orang Berkurban

Rifky Maulana Husain, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 330 2250220 ini-lho-hikmah-di-balik-larangan-memotong-kuku-dan-rambut-bagi-orang-berkurban-J2FF3vOEbZ.jpg ilustrasi (stutterstock)

SEPULUH hari pertama bulan Dzulhijjah sangat dianjurkan memperbanyak amalan seperti berpuasa dan berzikir. Ada juga pantangan atau larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban.

Larangan berlaku sejak mulai masuknya Dzulhijjah hingga selesai menyembelih kurban. Larangan ini memang bersifat sunah, artinya kalau pun terpaksa dipotong tidak akan berdosa, tapi pahalanya hilang.

Baca juga: Sungguh Dahsyat, Inilah Hikmah Puasa Sunah 9 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah

Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا دَخَلَتِ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلاَ يَمَسَّ مِنْ شَعَرِهِ وَبَشَرِهِ شَيْئً

Artinya, “Jika telah memasuki sepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) sedangkan diantara kalian ingin berkurban maka janganlah dia menyentuh (memotong) sedikitpun bagian dari rambut dan kukunya.” (HR. Muslim, no. 1977)

Baca juga: Besok 1 Dzulhijjah, Setop Potong Kuku dan Rambut Sampai Kurbannya Disembelih!

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata dalam ‘Risalah Fiil Qowaaidil Fiqhiyah’ halaman 41 Maktabah Adwa’us salaf, bahwa Allah SWT tidak akan memerintah sesuatu ke hambanya apabila tidak ada hikmah di baliknya.

“Tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali padanya terdapat berbagai mashlahat yang tidak bisa diketahui secara menyeluruh.”

Dalam sebuah artikel di muslim.or.id, alumnus alumni Ma'had Al Ilmi Yogyakarta juga dosen Universitas Mataram, dr. Raehanul Bahraen, M.Sc, Sp.PK menuliskan rangkuman beberapa pendapat ulama tentang hikmah larangan memotong kuku dan rambut bagi orang yang akan berkurban, sebagai berikut:

1. Yang pertama Ulama Syafi’iyah pendapat mengenai hikmah di balik seluruh anggota tubuh untuk tetap lengkap seperti halnya tidak memotong kuku dan rambut bagi shaibul qurban supaya dibebaskan dari panasanya api neraka.

2. Pendapat lain menyebutkan, apabila seseorang tidak memotong kuku dan rambut maka menjadi bagian dari kurban di sisi Allah SWT

Adapun beberapa pendapat di dalam hadits Syarh Shahih Muslim, 13: 127 mengenai hukum dari memotong rambut dan kuku bagi shahibul qurban.

Para ulama berselisih pendapat bagaimana jika telah masuk bulan Dzulhijjah dan ada yang berkeinginan untuk berkurban.

1. Sa’id bin Al Musayyib, Robi’ah, Ahmad, Ishaq, dan sebagian ulama Syafi’i mengatakan bahwa hukumnya haram memotong rambut dan kuku hingga hewan kurban disembelih pada hari kurban.

2. Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa hal itu makruh tanzih, bukanlah haram.

3. Abu Hanifah menyatakan tidaklah makruh.

4. Imam Malik dalam satu pendapat menyatakan tidak makruh, dalam pendapat lainnya menyatakan makruh.

5. Imam Malik juga memiliki pendapat yang menyatakan haram dalam kurban sunnah, tidak pada yang wajib. Ulama yang berpendapat haramnya memotong kuku dan rambut bagi yang berkurban berdalil dengan hadits ini.” (Syarh Shahih Muslim, 13: 127)

Wallahualam Bishawab, yang terbaik yaitu tetap melaksanan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, karena dibalik perintah yang diberikan dari Allah SWT terdapat hikmah dibaliknya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini