Berkurban, Pengobat Rindu ke Baitullah yang Tertunda

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 27 Juli 2020 21:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 27 614 2253023 berkurban-pengobat-rindu-ke-baitullah-yang-tertunda-dckmAdn1LE.JPG Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

MENUNAIKAN ibadah haji ke Tanah Suci tentunya impian bagi setiap umat muslim. Berbagai upaya dilakukan, termasuk menabung bertahun-tahun demi mewujudkan rukun Islam kelima ini.

Bisa dibayangkan alangkah bahagianya hati seorang muslim jika ia berkesempatan menunaikan ibadah haji ke baitullah.

Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk menunaikan ibadah haji. Bahkan, mereka yang berduit pun belum tentu hatinya terpanggil untuk berhaji. Lain halnya dengan angan-angan karena tidak ada langkah menuju kebaikan tersebut. Hal ini mengajarkan manusia untuk bertekad yang kuat untuk melakukan amalan saleh.

Ketika sampai di Makkah, manusia dari berbagai penjuru dunia datang memenuhi panggilan Allah Ta’ala. Tak ada lagi perbedaan di antara kaum muslimin yang berkumpul. Semua manusia sama di mata Allah pencipta semesta.

Tanpa dibedakan kedudukan, harta, ras, warna kulit, bangsa menyerukan seruan yang sama, yaitu labbaikallah humma labbaik yang artinya aku memenuhi panggilan-Mu. Karena memang, islam tidak memberikan kekhususan dalam menjalankan syariat islam, kecuali mereka yang memiliki udzur syar’i.

Baca juga: Pancasila Pilihan Terbaik dan Final bagi NU dan Muhammadiyah

Tawaf di Makkah, sa’i dari bukit Safa ke bukit Marwa, wukuf di Padang Arafah, melempar jumrah, dan beragam rangkaian ibadah haji sudah terngiang-ngiang di pikiran para calon jamaah haji yang akan berangkat menjadi tamu Allah di tahun 2020.

Namun, rindu menjadi tamu Allah terpaksa harus kandas imbas pandemi Covid-19. Rombongan jamaah haji dari Indonesia terpaksa tidak diberangkatkan pada tahun ini akibat pandemi Covid-19. Penantian puluhan tahun untuk bertamu ke Baitullah harus diperpanjang. Meski demikian, niat ibadah haji Insya Allah sudah tercatat sebagai amal ibadah.

Tertundanya haji tahun ini bukan berarti melemahkan semangat beramal saleh bagi setiap muslim sedunia. Niat berhaji tentunya didasari pada ketauhidan dan ketakwaan yang kuat, yaitu beribadah semata-mata hanya untuk Allah.

Di momen bulan Dzulhijjah ini, berhaji dan berkurban jadi ibadah yang mulia di mata Allah. Inilah kesempatan untuk tetap membuktikan cinta kepada Allah Ta’ala dengan kurban terbaik kita sekaligus pelipur rindu baitullah yang tertunda. Jangan sia-siakan kesempatan berkurban yang merupakan puncak ibadah di bulan Dzulhijjah.

Sama halnya seperti tekad berhaji, diperlukan komitmen dan niat untuk menunaikan kurban. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 dimana kekhawatiran harta menjadi hal yang memberatkan sebagian orang untuk berkurban.

“Syariat Islam yang Allah perintahkan pasti memiliki hikmah sangat besar. Dalam hal berkurban dan berhaji dimana nominalnya cukup besar bagi sebagian orang, tidak pernah ada cerita seseorang menjadi jatuh miskin akibat menjalankan ibadah tersebut. Bisa jadi dengan kurban, Allah akan buka pintu rejeki yang lain karena dia telah menegakkan perintah Allah,” tegas Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar.

Dalam sejarahnya kata dia, syariat kurban memiliki hikmah yang sangat banyak. Jika ditelisik lebih dalam, pelaksanaan kurban tidak hanya sebatas syariat Islam, tetapi juga pembuktian cinta pada sang pencipta tetapi juga jembatan silaturahim dengan sesama muslim.

Ibnu Khajar menambahkan, pelaksanaan kurban di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini juga memiliki dimensi sosial sebagai penyelamatan jiwa karena sebagian besar dari masyarakat terdampak secara ekonomi.

"Poin keikhlasan menjadi landasan perintah berkurban terkait dengan kondisi pandemi saat ini karena masyarakat sedang dalam ekonomi merosot, nafkah kian sulit dicari, kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi. Sebab, betapa banyak umat muslim yang enggan kurban terlebih di saat krisis akibat pandemi Covid-19," terangnya.

Menurutnya, keterbatasan harta tentu menjadi kekhawatiran yang dirasakan sebagian besar masyarakat karena Covid-19 di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.

Ketaatan dalam ibadah di tengah pandemi tak boleh melemah, segala bentuk seruan segera disiapkan dan dilaksanakan. Termasuk berkurban yang bakal jatuh pada akhir Juli mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini