Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berkurban, Pengobat Rindu ke Baitullah yang Tertunda

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 27 Juli 2020 |21:20 WIB
Berkurban, Pengobat Rindu ke Baitullah yang Tertunda
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
A
A
A

“Syariat Islam yang Allah perintahkan pasti memiliki hikmah sangat besar. Dalam hal berkurban dan berhaji dimana nominalnya cukup besar bagi sebagian orang, tidak pernah ada cerita seseorang menjadi jatuh miskin akibat menjalankan ibadah tersebut. Bisa jadi dengan kurban, Allah akan buka pintu rejeki yang lain karena dia telah menegakkan perintah Allah,” tegas Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar.

Dalam sejarahnya kata dia, syariat kurban memiliki hikmah yang sangat banyak. Jika ditelisik lebih dalam, pelaksanaan kurban tidak hanya sebatas syariat Islam, tetapi juga pembuktian cinta pada sang pencipta tetapi juga jembatan silaturahim dengan sesama muslim.

Ibnu Khajar menambahkan, pelaksanaan kurban di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini juga memiliki dimensi sosial sebagai penyelamatan jiwa karena sebagian besar dari masyarakat terdampak secara ekonomi.

"Poin keikhlasan menjadi landasan perintah berkurban terkait dengan kondisi pandemi saat ini karena masyarakat sedang dalam ekonomi merosot, nafkah kian sulit dicari, kebutuhan sehari-hari sulit dipenuhi. Sebab, betapa banyak umat muslim yang enggan kurban terlebih di saat krisis akibat pandemi Covid-19," terangnya.

Menurutnya, keterbatasan harta tentu menjadi kekhawatiran yang dirasakan sebagian besar masyarakat karena Covid-19 di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.

Ketaatan dalam ibadah di tengah pandemi tak boleh melemah, segala bentuk seruan segera disiapkan dan dilaksanakan. Termasuk berkurban yang bakal jatuh pada akhir Juli mendatang.

(Rizka Diputra)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement