Apa Sih Hukumnya Menyimpan Daging Kurban?

Rifky Maulana Husain, Jurnalis · Selasa 28 Juli 2020 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 28 330 2253321 apa-sih-hukumnya-menyimpan-daging-kurban-xhzKzstk5h.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

HARI Raya Idul Adha 1441 Hijriah tinggal tiga hari lagi. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada Idul Adha adalah menyembelih hewan kurban lalu dagingnya dibagikan kepada masyarakat. Mayoritas ulama sepakat berkurban hukumnya sunah muakad, ada sebagian ulama menyatakan wajib bagi yang mampu.

Dari beberapa kasus pemanfaatan hewan kurban, tak jarang ada yang melakukannya tidak sesuai dengan syariat yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Berikut hal-hal yang diperbolehkan oleh syariat dalam pemanfaatan hewan kurban sebagaimana dikutip dari muslim.or.id:

Allah berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 28 :

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al Hajj: 28)

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah yang Bikin Menangis Orang Se-Madinah

Dalam surah itu menyebutkan bahwa bagi orang yang berkurban hendaklah makan sebagian daripada hewan kurban yang sudah disembelih, kemudian lainnya segera diberikan kepada orang kurang mampu.

Dalam hadits dari Salamah bin Al Akwa’ radhiyallahu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Barangsiapa di antara kalian berkurban, maka janganlah ada daging kurban yang masih tersisa dalam rumahnya setelah hari ketiga.”

Ketika datang tahun berikutnya, para sahabat mengatakan, ”Wahai Rasulullah, apakah kami harus melakukan sebagaimana tahun lalu?”

Maka beliau menjawab, “(Adapun sekarang), makanlah sebagian, sebagian lagi berikan kepada orang lain dan sebagian lagi simpanlah. Pada tahun lalu masyarakat sedang mengalami paceklik sehingga aku berkeinginan supaya kalian membantu mereka dalam hal itu.”

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah melarang bagi yang berkurban untuk tidak menyimpan dagingnya sampai tiga hari, dan pada tahun berikutnya terjadi paceklik sehingga Rasulullah menyuruh untuk membagikan setengah dagingnya kepada orang lain supaya tidak ada yang terbuang.

« كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِى فَوْقَ ثَلاَثٍ لِيَتَّسِعَ ذُو الطَّوْلِ عَلَى مَنْ لاَ طَوْلَ لَهُ فَكُلُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةَ وَنُبَيْشَةَ وَأَبِى سَعِيدٍ وَقَتَادَةَ بْنِ النُّعْمَانِ وَأَنَسٍ وَأُمِّ سَلَمَةَ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ بُرَيْدَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.

“Dulu aku melarang kalian dari menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari agar orang yang memiliki kecukupan memberi keluasan kepada orang yang tidak memiliki kecukupan. Namun sekarang, makanlah semau kalian, berilah makan, dan simpanlah.”

Dan pada hadits selanjutnya, Rasulullah mencabut larangannya, sehingga bagi orang yang berkurban diberikan kebebasan untuk memberikan hasil sembelihnya ke orang lain yang kurang mampu, dan menyimpan sebagian daging kurban untuk dikonsumsi sendiri.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini