Apa Sih Hukumnya Berjimak di Hari Tasyrik?

Ade Naura, Jurnalis · Jum'at 31 Juli 2020 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 30 330 2254652 apa-sih-hukumnya-berjimak-di-hari-tasyrik-Y9hzEb30Jv.jpg ilustrasi (stutterstock)

HARI Raya Idul Adha dan Hari Tasyrik yakni 10 hingga 13 Dzulhijjah memiliki keistimewaan dalam Islam, karena ada larangan berpuasa lalu dianjurkan memperbanyak amalan lainnya seperti berkurban serta berzikir kepada Allah SWT.

Lalu, bagaimana hukumnya jika pasangan suami-istri berjimak pada Hari Tasyrik?

“Hukum bersetubuh di Hari Tasyrik adalah mubah (boleh) saja, baik di siang maupun malam hari,” kata pendakwah yang sekaligus Kabidpsi Pusbintal TNI Ustadz Kolonel Laut (KH) Ian Heryawan kepada Okezone, Kamis 30 Juli 2020.

Baca juga:  Perempuan Berhijab Melahirkan di Mobil, Bayinya Berbobot 2,6 Kg 

Menurutnya yang haram dilakukan pada Hari Tasyrik hanya berpuasa sunah saja.

“Berarti bersetubuh di Hari Tasrik tersebut tidak dilarang sebagai perbandingan waktu bahwa saat bulan Ramadhan saja bersetubuh di malam hari dibolehkan, yang dilarang pada siang harinya. Berati pada Hari Tasyrik tidak dilarang,” ujarnya.

Dai sekaligus penulis buku Komunikasi Islam, Ustadz Dr. Harjani Hefni mengatakan, larangan berpuasa pada Hari Tasyrik karena hari itu adalah hari bersenang-senang untuk makan minum dan memperbanyak berzikir.

“Di mana dimulai dari (Hari) Arafah, berangkatnya kaum muslimin ke Mina, dan tanggal 10 Dzulhijjah di Hari Idul Adha ditambah 3 hari berikutnya itu adalah hari makan dan minum, serta berdzikir kepada Allah,” katanya dalam sebuah ceramah yang ikut ditayangkan di chanel Youtube.

Jadi jika ingin berpuasa, bisa dilakukan lagi pada 14 Dzulhijjah. Sementara Hari Tasyrik, menurut Harjani, adalah “hari banyak dzikir kepada Allah.”

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini