Kamu Mau Berbisnis? Kenali 5 Prinsip Ekonomi Islam yang Diajarkan Rasulullah

Yudistira, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 616 2255632 kamu-mau-berbisnis-kenali-5-prinsip-ekonomi-islam-yang-diajarkan-rasulullah-S2jvXLVTiz.jpg Ilustrasi (Freepik)

MANUSIA pada hakikatnya adalah mahluk Allah yang terbaik.pada diri manusia terletak dimensi jasmani dan rohani manusia mendapatkan amanah untuk menjadi khalifah di bumi yang salah satu perannya adalah menjalan roda ekonomi.

Dalam Islam, aktifitas mengatur ekonomi termasuk cabang ilmu muamalah. Ketika manusia melakukan aktifitas ekonomi, manusia tergoda untuk mendapatkan untung sebesar-besarnya.

Baca juga:  Tradisi Unik Perayaan Idul Adha di 10 Negara, dari China hingga Turki

Dalam buku ‘Indahnya Ekonomi Islam’ karya Hasan Aedy disebutkan, Allah dan Rasulnya meminta agar aktifitas manusia harus bermuara pada satu tujuan, yaitu mencapai kebahagian dunia dan akhirat.

Menurut Hasan Aedy, kebahagian dunia dan akherat bisa di capai melalui aktifitas ekonomi sesuai prinsip Islam. Islam bukan hanya sekadar mengajarkan keuntungan dunia, tapi juga akhirat.

Mencapai kebahagian dunia akhirat harus melewati prinsip-prinsip umum ekonomi Islam yang diajarkan Nabi Muhammad. Di antaranya yaitu:

1. Kesadaran terhadap alam

Mengelola sumber daya alam sebagai bagian dari isi alam diperuntuk untuk memakmurkan manusia secara Islami.

2. Kekayaan manusia dan cara pengelolaan

Sumber daya alam yang alloh titipkan kepada manusia adalah fasilitias untuk memakmurkan manusia. Sehingga bukan hanya memanfaatkan harta dan kekayaanya saja.akan tetapi di olah sesuai hak dan kewajiban menggunakan manajemen keilahian.

3. Mencapai keuntungan secara halal

Ekonomi Islam tetap berupaya mencari keuntungan, tapi melalui proses yang benar sesuai syariah.

 

4. Jujur dan transparan

Jujur dalam menjalankan ekonomi Islam adalah modal utama yang diajarkan Rasulullah. Kejujuran manusia membuat bertransaksi saling menguntungkan satu sama lain.

5. Menghindari sistem ribawi dan perdagangan uang

Dalam perkembangan dunia bisnis, mata uang kala berubah menjadi komoditi dagang. Akibatnya uang beranak beredar. Padahal prinsip dasar ekonomi Islam bukan uang menghasilkan uang, tapi uang menghasilkan barang hal seperti ini harus dihindari.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini