Kasus Covid-19 di Saudi Terus Turun, Tidak Ada Jamaah Haji Terinfeksi

Hantoro, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 10:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 614 2255932 kasus-covid-19-di-saudi-terus-turun-tidak-ada-jamaah-haji-terinfeksi-1Qthq9cbCe.jpg Petugas penanganan covid-19 di Arab Saudi. (Foto: SPA/Arabnews)

JUMLAH kasus virus corona (covid-19) di Arab Saudi terus menurun pada hari Minggu 2 Agustus 2020. Kementerian Kesehatan mencatat ada 1.357 kasus baru. Ini menjadi jumlah terendah dalam tiga bulan terakhir. Angka serupa terakhir pada 29 April ketika ada 1.351 kasus baru.

Hingga kini tercatat ada 278.835 kasus covid-19 di Arab Saudi sejak masa pandemi ditetapkan. Kemudian kasus kematian meningkat 30 orang pada hari Minggu kemarin sampai jumlahnya menjadi 2.917.

Baca juga: Selesai Tawaf Wada, Jamaah Haji Kembali Jalani Karantina 

Dari kasus-kasus baru covid-19, 153 tercatat di Makkah, 94 di ibu kota Riyadh, 72 di Jeddah, dan 64 di Hofuf.

Sementara pasien sembuh di Arab Saudi per kemarin bertambah 2.533 orang. Total kini ada 240.081 pasien pulih di Arab Saudi.

Kemudian tidak ada laporan jamaah haji terinfeksi virus corona di tempat-tempat suci pada hari kelima ibadah haji.

Sementara di Lebanon, seorang dokter terkemuka memperingatkan bahwa protokol kesehatan harus lebih ketat dijalankan karena jumlah kasus covid-19 mencapai 5.000, meskipun diberlakukan lima hari lockdown pada beberapa waktu lalu.

Baca juga: Inilah Tradisi Perempuan Makkah di Musim Haji yang Hilang karena Covid-19 

Masjidil Haram. (Foto: Shutterstock)

"Ruang perawatan intensif di Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri sekarang penuh dan jika situasinya tetap sama selama beberapa hari mendatang, rumah sakit tidak akan dapat mengakomodasi kasus yang membutuhkan perawatan intensif," ungkap dr Osman Itani, seorang ahli paru dan perawatan intensif spesialis, dikutip dari Arabnews, Senin (3/8/2020).

"Jumlah kasus saat ini melebihi 100 per hari, dan ini adalah masalah besar yang tidak dapat ditangani oleh sistem kesehatan karena berada di luar kapasitasnya. Ada kebutuhan untuk merestrukturisasi rumah sakit, mengingat bahwa rumah sakit saat ini tidak menerima kasus positif, tetapi pasien hanya menunjukkan gejala," jelasnya.

Sedangkan pihak berwenang di Iran, negara yang paling parah terkena dampak covid-19 di Timur Tengah, melaporkan jumlah infeksi satu hari tertinggi dalam hampir sebulan, dan memperingatkan bahwa sebagian besar provinsi telah dilanda kebangkitan penyakit itu.

Ada 2.685 kasus baru pada hari Minggu, total menjadi 309.437, dan jumlah kematian meningkat 208 menjadi 17.190.

Baca juga: Kisah Guru Bahasa Inggris, 6 Tahun Tinggal di Saudi hingga Bisa Berhaji 

Jamaah haji. (Foto: Twitter @HaramainInfo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini