Sebelum Berjimak di Malam Jumat, Amalkan Sunah Ini Dulu Biar Gak Diganggu Setan

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 06 Agustus 2020 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 06 618 2258058 sebelum-berjimak-di-malam-jumat-amalkan-sunah-ini-dulu-biar-gak-diganggu-setan-xxKpV9ucvM.jpg ilustrasi (stutterstock)

MALAM Jumat jadi salah satu waktu yang disunahkan oleh Rasulullah Shalallahu alahi wassalam untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Alquran terutama Surah Al Kahfi dan memperbanyak bersholawat kepada Nabi Muhammad.

Malam Jumat juga dinilai oleh berbagai kalangan sebagai waktu terbaik berhubungan badan atau berjimak bagi pasangan suami-istri.

"Pada dasarnya melakukan jimak atau hubungan badan dengan pasangan sah, halal (pasangan nikah) sebagai suami istri adalah dibebaskan," kata Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Baca juga:  3 Kesalahan Sering Diremehkan Perempuan Padahal Bisa Bikin Allah Murka

Lebih lanjut, sebelum berjimak baiknya pasangan suami-istri ini melaksanakan sholat berjamaah dan mengaji lebih dulu. Kemudian membaca doa ketika akan memulai bercinta, agar dijauhkan dari gangguan setan dan diberikan anak yang baik oleh Allah.

Dari Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:

"Jika salah seorang kamu ingin berjima’ dengan istrinya, hendaklah ia membaca:

بسمِ اللهِ اَللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithana wa jannibi asy-syaithana ma razaqtanaa

Artinya: "Dengan nama Allah, Yaa Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rizqikan kepada kami. Maka seandainya ditakdirkan dari hubungan itu seorang anak, anak itu tidak akan diganggu syetan selama-lamanya." (HR Bukhari dan Muslim).

 

Selain itu, dalam memperlakukan pasangan ketika akan dan sedang berjimak harus dengan cara yang halus. Serta sesuai adab yang telah disyariatkan sebagaimana semestinya.

"Dan tentunya harus dengan cara yang makruf, baik dan etis (manusiawi) sebab Islam menjaga agar kehalalan hubungan suami istri bukan berarti eksplorasi atau sex slave yang ujungnya menyimpang dengan alasan apapun," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini