Diberi Tumpukan Sampah, Ini Jawaban Bijak Nabi Muhammad

Riyadi Akmal, Jurnalis · Minggu 09 Agustus 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 09 330 2259275 diberi-tumpukan-sampah-ini-jawaban-bijak-nabi-muhammad-U9Mg1LQLRU.jpg Ilustrasi tumpukan sampah. (Foto: Unsplash)

ISLAM adalah agama yang penuh rahmat. Islam mengajarkan kepada semua umat untuk selalu hidup rukan dan bertetangga. Jika hidup bertetangga dengan baik niscaya akan tercipta kehidupan masyarakat yang aman, nyaman, dan tenteram.

Tetangga merupakan orang-orang yang sholat bersama, orang yang berada di sekitar dan tinggal di lingkungan yang sama. Tetangga itu mempunyai hak yang sangat besar dalam agama Islam, baik tetangga itu punya hubungan kerabat atau tidak, baik dikenal atau tidak, seagama atau tidak.

Baca juga: Ayah Ustadz Khalid Basalamah Meninggal Usai Terpapar Covid-19 

"Nabi Shallallahu alaihi wa sallam di Makkah itu tinggal di rumah istrinya Khadijah. Khadijah tinggal di semacam kompleks di Makkah. Sebelah rumahnya itu toko-toko Abu Jahal dan Abu Lahab, orang-orang kaya, megah semua. Nabi kalau keluar pagi dari rumahnya, semua tetangganya sepakat untuk menyimpan sampahnya di depan pintu rumahnya. Sampah itu disimpan semua di depan rumah Nabi, banyak, dan tidak ada celah untuk jalan kecuali harus menginjak kotoran itu, karena terlalu banyak. Tapi Nabi keluar dari rumahnya melihat mereka tetangganya sambil senyum, dan Nabi kumpulkan sampahnya, dan mereka melihatnya (orang-orang kafir). Lalu Beliau menghampiri mereka dan berkata: 'Beginilah kalian ber-muamallah dengan tetangga'," cerita Ustadz Dr Khalid Basalamah, dikutip dari akun Instagram-nya @khalidbasalamahofficial, Jumat (7/8/2020).

Ia melanjutkan, sungguh akhlak Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sangat bagus. Nabi hanya senyum dan mengatakan, "Beginilah kalian ber-muamallah dengan tetangga", sehingga akhirnya mereka malu sendiri dan tidak mengulanginya.

Baca juga: Ustadz Khalid Basalamah Doakan Umi dan Saudaranya Segera Sembuh dari Covid-19 

Ustadz Khalid menerangkan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak membalas keburukan dengan keburukan. Kalau ada orang yang memancing emosi, mengusik dengan menggibah, memfitnah, abaikan saja. Kalau direspons, pelakunya akan gembira, karena tujuannya adalah membuat jengkel.

"Tapi kalau kita tidak peduli, ini merupakan pahala untuk kita. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberi hidayah kepada kita semua," jelasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini