Gunung Sinabung Erupsi Lagi, Amalkan Doa Ini agar Terhindar dari Musibah

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 618 2259938 gunung-sinabung-erupsi-lagi-amalkan-doa-ini-agar-terhindar-dari-musibah-Ubl9kJJv6Y.jpg Gunung Sinabung erupsi (PVMBG)

GUNUNG Sinabung di Karo, Sumatera Utara kembali erupsi, Senin (10/8/2020) sekira pukul 10.16 WIB, menyemburkan kolom abu setinggi 5.000 meter. Masyarakat diimbau waspada paparan hujan abu dan ancaman lahar.

Baca juga:  Heboh Awan Tsunami di Langit Aceh, Ini Penjelasan Awan dalam Alquran 

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, erupsi dan letusan gunung bukan fenomena aneh karena sudah tertulis dalam Alquran sejak 1.400 tahun lalu.

Seperti dalam Surah Al Anbiya.

Allah berfirman:

وَجَعَلْنَا فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ

Wa ja'alnā fil-arḍi rawāsiya an tamīda bihim wa ja'alnā fīhā fijājan subulal la'allahum yahtadụn

Artinya: "Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk." (QS. Al Anbiya:31).

"Bencana alam, seperti erupsi atau gunung meletus merupakan teguran dari Allah. Supaya umat manusia mengingat, bahwa semuanya adalah kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala," kata Ainul saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, ketika terjadi musibah seperti erupsi Gunung Sinabung, hendaknya setiap muslim selalu beristighfar, dan memperbanyak berdoa meminta perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Ada beberapa tuntunan doa terkait menghadapi musibah gunung meletus tersebut," ucapnya.

 

Doa yang dimaksud sebagai berikut ini:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أعُوذُ بِكَ مِنَ الهَدْمِ وأعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وأعُوذُ بِكَ مِنَ الغَرَقِ وَالحَرَقِ وَالهَرَمِ وَأعُوذُ بِكَ أن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطانُ عِنْدَ المَوْتِ وأعُوذُ بِكَ أنْ أمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِراً وأعُوذُ بِكَ أن أمُوتَ لَديغاً

Allâhumma innî a‘ûdzubika minal hadmi wa a‘ûdzubika minat taraddî wa a‘ûdzubika minal gharaqi wal haraqi wal harami wa a‘ûdzubika an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal maut wa ‘aûdzubika an amûta fî sabîlika mudbiran wa a‘ûdzubika an amûta ladîghan

Artinya: "Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari reruntuhan, dan aku berlindung pada-Mu dari tergelincir, dan aku berlindung pada-Mu dari tenggelam (banjir), terbakar, dan tak berdaya. Dan aku berlindung pada-Mu apabila syetan menjerumuskan padaku ketika akan mati, dan aku berlindung pada-Mu apabila mati dalam keadaan berbalik arah dari jalan-Mu (murtad), dan aku berlindung pada-Mu apabila mati karena disengat" (HR Abu Daud).

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini