Ternyata Ini yang Dilakukan Rasulullah saat Terjadi Hujan Badai, Patut Diamalkan

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 19:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 618 2261835 ternyata-ini-yang-dilakukan-rasulullah-saat-terjadi-hujan-badai-patut-diamalkan-apnjRXF2dz.jpg Hujan di Jakarta (Okezone.com/Heru)

HUJAN merupakan salah satu nikmat karunia yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala ke makhluk-Nya di bumi. Pada saat itulah manusia diberikan kesempatan untuk berdoa sebanyak-banyaknya, karena hujan adalah waktu diijabahnya permohonan hambaNya.

Namun terkadang hujan disertai angin kencang dan petir, membuat banjir hingga kerusakan-kerusakan atau bahkan ketakutan.

Baca juga:  Selain saat Hujan, Ini 5 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Sebagai Muslim apa yang harus dilakukan ketika hujan badai menerjang?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, muslim disunahkan membaca doa-doa saat hujan terjadi.

"Apabila hujan yang datang diiringi dengan angin yang sangat kencang, maka disunahkan untuk membaca doa," ujarnya saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah Radhiallahu ‘anha berkata: adalah Nabi ketika datang angin meniup maka ia membaca:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَاأُرْسِلَتْ بِهِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ

Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada Engkau akan kebaikannya (angin) dan kebaikan sesuatu yang ada di dalamnya dan kebaikan sesuatu yang diutus dengannya dan aku mohon perlindungan kepada Engkau dari kejahatannya dan dari kejahatan sesuatu di dalamnya dan kejahatan sesuatu yang diutus dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, ketika badai semakin kencang Nabi Muhammad SAW pun membaca doa berikut ini:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan" (HR. Imam Bukhari)

 

Kedua hadist tersebut yang juga sekaligus bisa menjadi doa menjelaskan, bahwa manusia meminta kehadiran hujan untuk kemaslahatan hidup bagi seluruh makhluk yang ada di bumi bukan menghancurkannya.

“Misal, datangnya badai yang membuat sebagian rumah dan apapun di sekitarnya menjadi hancur,” terangnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini