Ini Arti di Balik Cobaan Hidup yang Menimpa Manusia

Riyadi Akmal, Jurnalis · Sabtu 15 Agustus 2020 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 15 330 2262600 ini-arti-di-balik-cobaan-hidup-yang-menimpa-manusia-ckCaygkysl.jpg Ilustrasi Muslimin. (Foto: Freepik)

SETIAP kehidupan yang dijalani kaum Muslimin tidak terlepas dari ujian yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan kepada setiap hamba-Nya. Tidak lain dan tidak bukan itu bentuk ujian dari Allah Ta'ala untuk melihat seberapa besar ketaatan hamba tersebut kepada-Nya.

Allah Subhanahu wa ta'ala mendatangkan peringatan kepada semua hamba-Nya, termasuk adanya guntur atau petir yang sering dilihat, fenomena alam yang manusia tidak bisa melarangnya atau menjangkaunya, itu semua sebagai peringatan.

Baca juga: Kiat Memberi Tahu Anak Tentang Halal-Haram dalam Islam 

Dijelaskan dalam Alquran Surah Al Isra Ayat 59:

وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

"Dan sekali-kali tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepadamu) tanda-tanda (kekuasan Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami berikan kepada Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak memberi tanda-tanda itu melainkan untuk menakuti."

"Allah Subhanahu wa ta'ala tidak pernah mendatangkan tanda-tanda kepada hamba-Nya kecuali untuk menakut-nakuti, supaya mereka takut dan kembali kepada jalan yang benar dan diridhoi Allah Ta'ala," ungkap Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari akun Instagram-nya @khalidbasalamahofficial, Sabtu (15/8/2020).

Ilustrasi Muslim. (Foto: Unsplash)

Allah Subhanahu wa ta'ala juga menjelaskan dalam Surah At-Taubah Ayat 126:

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

"Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memerhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertobat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?"

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, Allah Subhanahu wa ta'ala menguji setiap hamba-Nya, diberikan ujian setiap saat, setiap setahun sekali sampai dua kali ujian berupa kesehatan dengan diberi penyakit, diuji rumah tangganya, atau apa saja masalah lebih umum. Semua kehendak Allah Ta'ala.

"Dengan tujuan agar mereka bertobat dan kembali ke jalan yang lebih baik, tapi sayangnya mereka tidak mengambil pelajaran dari situ," ungkapnya.

Baca juga: Inilah Jalan Mudah ke Surga 

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala terus memberikan peringatan kepada hamba-Nya yang dijelaskan dalam Alquran Surah Al An'am Ayat 43:

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Maka mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan setan pun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan."

Ustadz Khalid melanjutkan, andai saja datang peringatan-peringatan dari Allah Subhanahu wa ta'ala lalu mereka tunduk dan kembali ke jalan yang benar, maka Allah Ta'ala akan menyelamatkan mereka. Namun sayangnya, kata Allah Ta'ala, hati mereka keras dan setan menghiasi amal-amal mereka terhadap apa yang mereka lakukan.

Baca juga: Ini Penjelasan Zina Merusak Segalanya: Nama Baik hingga Rezeki 

Hendaknya setiap Muslim sadar bahwa ujian yang dihadapi merupakan bentuk kasih sayang Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah Ta'ala menginginkan hamba-Nya kembali ke jalan yang benar yang di ridhoi-Nya agar setiap kehidupan yang dijalani mendapat syafaat dari Allah Ta'ala, baik di dunia ataupun akhirat.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kelebihan Harusnya Disyukuri, Bukan untuk Sombong 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini