10 Perempuan Diangkat Jadi Pejabat Senior Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Salman Mardira, Jurnalis · Minggu 16 Agustus 2020 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 16 614 2263013 10-perempuan-diangkat-jadi-pejabat-senior-masjidil-haram-dan-masjid-nabawi-hLsv4BDdnm.jpg Perempuan Makkah beribadah di sekitar Kakbah pada Hari Arafah (Foto Saudi Gazette)

MAKKAH - Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) telah menunjuk 10 perempuan untuk menduduki posisi kepemimpinan senior dalam otoritas kepengurusan kedua masjid.

Saat mengumumkan pengangkatan tersebut, kepresidenan mengatakan bahwa "memberdayakan perempuan untuk mengambil posisi kepemimpinan adalah subjek penting yang akan mencerminkan pembangunan dan ekonomi."

Baca juga: Apakah Bulan Sabit dan Bintang Simbol Islam?

Saudi Press Agency melaporkan bahwa orang yang ditunjuk "akan mendukung proses kreativitas dan mencapai prinsip kualitas dan standar keunggulan tertinggi untuk mencapai aspirasi yang murah hati dari kepemimpinan yang bijak."

“Penunjukan ini mencakup semua spesialisasi dan layanan yang diberikan di Dua Masjid Suci, baik layanan bimbingan, arahan, teknik, administrasi atau pengawasan,” kata Kamelia Al-Daadi, Asisten Wakil Menteri untuk Urusan Layanan dan Administrasi di Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci seperti dilansir dari Arab News, Minggu (16/8/2020).

Baca juga: Begini Proses Turunnya Alquran hingga Sampai ke Kita

“Mereka juga termasuk dalam Departemen Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kiswah Suci Kakbah, Galeri Bangunan Dua Masjid Suci, Perpustakaan Masjid Suci, dan area lain dengan tujuan memberdayakan kaum muda dan menginvestasikan energi dan kemampuan mereka dalam pelayanan jamaah,” tambah Kamelia.

Abdul Hamid Al-Maliki, Wakil Presiden Kompleks Raja Abdul Aziz untuk Kisah Kakbah, Pameran, Museum, dan Asisten Wakil Sekretaris Urusan Masjidil Haram, mengatakan bahwa hampir separuh pengunjung Masjidil Haram adalah perempuan. Kehadiran pemimpin wanita Saudi akan memastikan layanan berkualitas tinggi.

"Presidensi Umum Urusan Dua Masjid Suci memberikan perhatian besar kepada kaum muda dari kedua jenis kelamin dengan memberdayakan mereka untuk menjadi pemimpin di usia muda," tambahnya.

Al-Maliki mengatakan bahwa mempromosikan peran wanita dalam kepresidenan dan mendukung mereka untuk memimpin pembangunan di negara tersebut adalah bagian dari program reformasi Visi Kerajaan 2030.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini