Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Kisah-Kisah Ucapan Jadi Doa, Salah Satunya Dialami Nabi Yusuf

Ini Kisah-Kisah Ucapan Jadi Doa, Salah Satunya Dialami Nabi Yusuf
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

SEORANG Muslim hendaknya menjaga setiap ucapan. Hal ini agar terhindar dari situasi terjerumus dalam kesalahan. Ucapan yang dilontarkan sebaiknya yang memiliki maslahat. Jika dinilai tidak memberikan menafaat lebih baik diam.

Perkataan yang buruk dapat menjadi doa sehingga bisa menjadi kenyataan. Dalam sebuah kisah yang diceritakan Ibnu Abbas, sebagaimana dikutip dari Sindonews, Kamis (20/8/2020), disebutkan:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أَعْرَابِيٍّ يَعُودُهُ، قَالَ: وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ عَلَى مَرِيضٍ يَعُودُهُ قَالَ: «لاَ بَأْسَ، طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» فَقَالَ لَهُ: «لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ» قَالَ: قُلْتُ: طَهُورٌ؟ كَلَّا، بَلْ هِيَ حُمَّى تَفُورُ، أَوْ تَثُورُ، عَلَى شَيْخٍ كَبِيرٍ، تُزِيرُهُ القُبُورَ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «فَنَعَمْ إِذًا

"Nabi Muhammad mendatangi seorang Badui yang sedang sakit. Setiap mengunjungi orang sakit, Nabi bersabda: 'Tidak apa-apa, menjadi penghapus dosa. Insya Allah.' Begitu juga perkataan Nabi tersebut, Beliau sampaikan kepada orang Badui yang sedang sakit. Reaksi Badui ketika mendapatkan doa, malah berkata: 'Penghapus dosa? Sekali-kali tidak (tidak mungkin), sakit panas saya yang bergejolak ini memang menimpa orangtua yang sudah lanjut usia yang mengantarkannya ke alam kubur.'

Maka Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Iya sudah kalau begitu" (HR Bukhari nomor 3616)

Baca juga: Yuk Jaga Lisan, Bicara Tanpa Dipikir Bisa Membawa ke Neraka 

Setelah orang Badui mengatakan bahwa panas yang ia derita adalah panas yang mengantarkannya kepada kematian, menurut At-Thabarani, besok paginya si Badui meninggal dunia.

Cerita lain tentang ucapan yang menjadi kenyataan adalah kisah Nabi Yusuf Alaihissalam saat digoda oleh seorang wanita dan wanita-wanita lain. Nabi Yusuf sampai berdoa:

رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ

"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (QS Yusuf: 33)

Doa pilihan Nabi Yusuf Alaihissalam yang lebih memilih penjara daripada terjerumus bersama para wanita akhirnya diijabah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Akhirnya Nabi Yusuf dipenjara, namun ia juga bebas dari tipu daya wanita:

فَاسْتَجَابَ لَهُ رَبُّهُ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

"Maka Tuhan memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Dialah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS Yusuf: 34)

Baca juga: Meneladani 4 Spirit Hijrah ala Rasulullah 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement