Kisah Mualaf Syaikh Al-Azami, dari Hindu Jadi Pengajar di Masjid Nabawi

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Minggu 23 Agustus 2020 00:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 22 614 2265869 kisah-mualaf-syaikh-al-azami-dari-hindu-jadi-pengajar-di-masjid-nabawi-RpFJDyaktn.JPG Syaikh Zia ur-Rahman Al-Azami (Foto: The Islamic Information)

ZIA ur-Rahman Al-Azami lahir di keluarga nonmuslim pada tahun 1943. Ia lahir di sebuah desa yang terletak di Distrik Azamgarh, UP, India. Ia sebelumnya seorang Hindu Brahmana Bilarya Ganj dan resmi memeluk Islam di usia 16 tahun setelah membaca terjemahan Alquran dan sastra Islam karya Maulana Al-Maududi.

Mengutip dari laman The Islamic Information, Al-Azami tercatat pernah menulis sebuah buku berjudul Quran Encyclopedia yang menjelaskan kata-kata dalam Alquran dalam urutan abjad. Bukunya telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa.

Selepas itu, ia melanjutkan perjalanan ke India Selatan untuk belajar di sejumlah seminar keislaman di India. Kemudian, ia pergi ke Madinah Al-Munawwarah untuk menempuh studi di Universitas Madinah. Ia kemudian memperoleh gelar PhD dari Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir.

Baca juga: Islam Menjunjung Tinggi Toleransi sebagai Kunci Perdamaian, Ini Dalilnya

Setelah pensiun dari jabatannya sebagai Dekan Fakultas Hadits di Universitas Islam Madinah, ia diangkat sebagai pengajar di Masjid Nabawi berdasarkan SK Kepala Urusan Masjid Nabawi pada tahun 2013 silam.

Ia yang kemudian resmi menyandang gelar Syaikh itu diketahui telah banyak menulis sejumlah buku yang membahas tentang Islam. Setiap tulisannya tersebut telah banyak diedarkan dalam bentuk terjemahan ke banyak bahasa.

Karya spektakulernya ialah Al-Jami 'al-Kamil fi al-Hadith al-Sahih al-Shamil yang merupakan kompilasi dari berbagai hadits otentik. Karangannya ini masih menjadi salah satu buku hadits paling terkenal.

Syaikh Zia ur-Rahman Al-Azami biasa mengumpulkan hadits otentik di berbagai kitab Islam. Dia mampu mengumpulkan 16.000 hadits. Kompilasi ini didasarkan pada lebih dari 20 volume.

Tak hanya itu, ia juga telah diberi kewarganegaraan kehormatan di Arab Saudi, yang merupakan kehormatan yang jarang diberikan, atas usaha dan kontribusinya terhadap Islam.

Syaikh Al-Azami tutup usia pada 30 Juli 2020 tepat pada hari Arafah. Jasadnya dimakamkan di Pemakaman Al-Baqi dekat makam para sahabat dan keluarga Rasulullah Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini