Menurut Sigit, kebiasaan memakai masker telah terbukti dapat meredam pandemi. Seperti saat dunia menghadapi wabah Flu Spanyol 100 tahun silam, tepatnya pada 1918 yang menewaskan sekitar 50 ribu jiwa. Saat itu, salah satu penanganannya adalah dengan menggunakan masker.
"Memakai masker ternyata merupakan penanganan wabah 100 tahun yang lalu, 1918 di dunia ada yang namanya Flu Spanyol, yang meninggal 50 juta orang lebih dan ternyata pencegahannya adalah dengan pakai masker," tuturnya.
Selain itu, bagi pesantren yang sudah beroperasi Sigit mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan di lingkungan pesantren. Menyikapi kebiasaan baru di era pandemi Covid-19 ini, santri dianjurkan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak bahkan saat melaksanakan sholat.
Sebab kondisi yang harus ditegakkan saat ini adalah tetap menjaga jarak sosial meski saat beribadah. Seperti dicontohkan Arab Saudi dalam menggelar sholat di Masjidil Haram. Meski menjadi pusat peribadahan umat muslim, pelaksanaan sholat di Masjidil Haram tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19. Hal itu membuktikan bahwa agama dapat secara lentur mengikuti arus zaman.
(Muhammad Saifullah )