Hati-Hati! Ini 5 Macam Riya yang Wajib Kamu Hindari

Selasa 01 September 2020 14:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 01 330 2270833 hati-hati-ini-5-macam-riya-yang-wajib-kamu-hindari-zAhxtrOU0C.jpg Ilsutrasi (Foto Upswardsleader)

RIYA merupakan sifat yang tak disukai oleh Allah dan termasuk perbuatan tercela. Nabi Muhammad menyebutkannya sebagai syirik kecil. Rasulullah meminta umatnya menjauhi sifat riya karena bisa merusak iman.

Dalam sebuah hadist, Rasulullah bersabda “Sesuatu yang sangat ditakutkan yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi Shalallahu a'alaihi wasallam, ditanya tentang apa yang dimaksud syirik kecil itu, maka beliau menjawab yaitu riya’.” (HR. Ahmad)

Riya adalah memperlihatkan amal atau kebaikan kepada orang lain dengan maksud agar diakui atau bahkan mengharapkan pujian.

Melansir dari jatman.or.id, Selasa (1/9/2020), Syekh Nawawi Al Bantani dalam kitabnya Maraqil Ubudiyyah membagi riya menjadi 5 macam, sebagai berikut:

1. Riya dalam masalah agama dengan menampakan anggota badan

Seperti menampakan tubuh yang kurus dan pucat serta membiarkan rambut acak-acakan.

Dengan tubuh yang kurus ia ingin menunjukkan sedikit makan. Dengan wajah yang pucat ia ingin memperlihatkan kurang tidur pada waktu malam dan sangat prihatin dengan urusan agama. Sedangkan dengan rambut acak-acakan ia ingin menunjukkan bahwa ia sangat memikirkan masalah agama dan tidak sempat menyisir rambutnya. Dari perbuatannya tersebut ia mengharapakan dan menginginkan pujian dan menjadi orang yang alim.

Baca juga: 4 Pelajaran Penting dan Inspiratif dari Kisah Nabi Yusuf

2. Riya dengan penampilan dan pakaian

Misalnya, menundukkan kepala ketika berjalan, bersikap tenang dalam bergerak, menampakan bekas sujud pada jidatnya, mengenakan pakaian yang kasar dan tidak membersihkannya serta membiarkannya baju robek dan memakai pakaian yang bertambal.

Dari penampilannya tersebut ia ingin terlihat seperti orang alim dan agar banyak orang yang berbelas kasih kepadanya. Selain itu ada juga yang selalu menggunakan barang-barang mewah dan branded agar mendapatkan pujian orang lain bahwa ia seorang yang kaya raya.

Baca juga: Keberadaan Kapal-Kapal Besar Sudah Tertulis di Alquran, Jauh Sebelum Berkembangnya Teknologi

3. Riya dengan perkataan

Contohnya, mengucapkan kata-kata bijak dan menggerakkan bibir saat berzikir di hadapan orang banyak, menyuruh berbuat baik dan mencegah perbuatan mungkar di hadapan khalayak.

Termasuk dalam kategori ini adalah menampakan marah atas perbuatan maksiat, menampakan penyesalan karena orang lain berbuat dosa, melemahkan suara ketika berbicara, dan melunakkan suara ketika membaca Alquran untuk menunjukkan rasa takut dan sedih. Perbuatan yang baik bisa terjatuh kepada perbuatan buruk jika niat melakukan hal tersebut salah, bahkan menjadi perbuatan dosa.

4. Riya dengan perbuatan

Seperti, menampakan kekhusyukan ketika sholat, berlama-lama saat berdiri, sujud, ruku’, tidak menoleh ke kiri dan ke kanan, serta meluruskan kedua telapak kaki dan tangan.

Begitu juga riya ketika berpuasa, haji, dan pada saat mengeluarkan zakat, infak, maupun sedekah. Perbuatan tersebut adalah perbuatan baik, ternyata perbuatan baik pun bisa terjerumus menjadi riya’ karena niat yang salah.

5. Riya kepada teman, para tamu dan manusia pada umumnya

Misalnya, orang yang banyak didatangi tamu dari kalangan ulama, ahli ibadah, para penguasa, maupun para pejabat supaya dikatakan bahwa mereka mengambil berkah darinya karena kemuliaan derajat agamanya.

Atau seperti orang yang sering menyebut nama para ulama atau guru agar dikatakan banyak memiliki guru dan banyak belajar dari mereka. Perbuatan baik jika niat yang salah maka tidak akan mendapatkan pahala tapi sebaliknya akan mendapatkan dosa.

Orang yang rajin beribadah sekalipun bukan berarti dapat terbebas begitu saja dari riya’. Terkadang godaan datang silih berganti untuk menjerumuskan ibadah yang dilakukan pada jalan yang salah.

Jadi riya’ itu berarti mengerjakan perbuatan lantaran mengharap pujian dan sanjungan orang lain dalam hal apapun, dan bukan didasarkan keikhlasan.

Sehingga untuk menghindarinya ialah dengan memperbaiki niat dan keikhlasan. Maka dibutuhkan kesabaran dan usaha maksimal untuk mengalahkan dorongan riya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini