Sir Leonard Woolley Buktikan Banjir Besar di Masa Nabi Nuh Memang Terjadi

Nazmi Tsaniya, Jurnalis · Selasa 08 Desember 2020 10:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 08 330 2323614 sir-leonard-woolley-buktikan-banjir-besar-di-masa-nabi-nuh-memang-terjadi-GXFlSdCNkZ.jpg Ilustrasi kisah Nabi Nuh dan banjir besar. (Foto:SINDOnews)

JAKARTA – Banjir merupakan fenomena bencana alam yang secara harfiah adalah ancaman atau peringatan bagi manusia karena ulah mereka sendiri.

Dalam Islam, banjir sudah memiliki kisah yang disebutkan dalam ayat-ayat di Al-Qur’an. Kisah banjir ini dialami oleh Nabi Nuh alaihi salam, yang diperingati Allah Subhanallahu wa ta’ala untuk meninggalkan daerah tempat tinggalnya. Allah memberi azab kepada kaum yang tidak patuh dengan perintah-Nya di dalam daerah itu.

Baca Juga: Jangan Malu Ambil Ibrah dari Orang Lain untuk Menuju Sukses

Kisah ini dilansir dari buku “Buku Pintar Sains dalam Al-Qur’an”, oleh Nadiah Thayyarah, Selasa (8/12/2020). Buku ini menceritakan kisah banjir pada zaman Nabi Nuh dan kaumnya beserta pengetahuan arkeolog dalam penemuan benda bersejarah peninggalan banjir pada masa itu.

Ayat-ayat Al-Quran menyebutkan adanya bencana banjir sebagai balasan yang secara khusus Allah timpakan kepada kaum Nabi Nuh as dalam firman-Nya,"(Telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan para rasul, Kami tenggelamkan mereka dan Kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Kami pun telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih." (Al-Furqan: 37).

Baca Juga: 3 Tanda Orang yang Sungguh-Sunguh Bertobat

Ayat-ayat Al-Quran yang lain pun secara terperinci menggambarkan situasi penumpang bahtera Nuh as dan bagaimana dia mematuhi perintah Allah dalam firman-Nya:

"... hingga apabila perintah Kami datang dan dapur (perut bumi) telah memancarkan air, Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing- masing binatang sepasang-sepasang jantan dan betina) dan keluargamu, kecuali orang yang telah ditetapkan suatu keputusan untuk mereka, dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman,' dan tidaklah beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (QS. Hud:40).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ayat-ayat berikutnya, yaitu ayat 41-49 dari Surah Hud dan ayat 30-33 Surah Al-Mu'minun mengandung kisah kejadian banjir besar dan menyebutkan Gunung Judiy, yaitu puncak Gunung Ararat di sebelah timur Turki.

Sesungguhnya kandungan ayat-ayat Al-Quran tersebut selaras dengan ilmu-ilmu sejarah dan fakta-fakta arkeologis modern. Hal itu terlepas dari kemungkinan untuk disanggah dan sudah pasti berbeda dari pengetahuan manusia pada saat Al-Quran itu turun.

Hal tersebut ditegaskan pula oleh seorang ilmuwan, Sir Leonard Woolley, pimpinan forum arkeolog yang dihadiri oleh delegasi British Museum dan delegasi Pennsylvania University dalam upaya penggalian arkeologis di Tell el-Obeid, utara kota Ur di Irak.

Baca Juga: Berzikir Mengingat Allah SWT Itu Adalah Kebahagian Hati

Melalui penggalian itu, ditemukan sejumlah lapisan yang sangat dalam. Dan di sana tertanam banyak bejana dan patung-patung yang sangat berharga serta bagian-bagian tanah kering yang ter-pahat padanya bekas-bekas batang bambu.

Melalui pemeriksaan mikroskopis terhadap sejumlah lapisan tanah, Sir Leonard membuktikan ternyata tanah tersebut mengandung materi yang tersapu air pada suatu masa dari bagian tengah sungai Eufrat dalam kejadian banjir besar setinggi tak kurang dari 25 kaki.

Pendapat sang ahli menegaskan bahwa banjir tersebut tidak terjadi secara global, tapi memang skalanya sangat besar hingga menjangkau lembah Tigris dan sungai Eufrat. Banjir itu bahkan menenggelamkan daerah-daerah sekitar gunung di belahan timur dan perbukitan padang pasir di sebelah baratnya, yang merupakan kawasan yang paling banyak dihuni manusia pada masa itu.

Setelah kejadian banjir besar tersebut, ada penduduk sekitar Lembah Tigris yang mencatat kisah itu di atas 12 keping barang tembikar. Mereka mengisahkan tenggelamnya para penduduk setempat dan hanya ada seorang lelaki saleh yang selamat karena membuat bahtera dan menyelamatkan anggota keluarganya serta hewan ternak dan hewan melata.

"Hanya merekalah yang ditetapkan selamat dari bencana itu," demikian cuplikan dari The Earth We Live on karya Routh Moore yang diterjemahkan oleh Ismail Haqqiy.

Baca Juga: Sholat Adalah Ilmu yang Harus Diajari Pertama Kali untuk Mualaf

Ini semua sejalan dengan teks ayat-ayat Al-Quran yang turun setelah banjir besar tersebut. Sejalannya temuan-temuan arkeologis dengan ayat-ayat Al-Quran ini menunjukkan kemukjizatan ilmiah Al-Quran, karena ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa banjir menyapu seluruh kaum Nuh as dan tidak menunjukkan terjadinya banjir secara global.

Tidak ada dalil bahwa manusia, kaum Nuh as yang diazab itu, menempati seluruh kawasan bumi. Tetapi hanya menempati suatu kawasan tertentu yang tersapu air bah. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya