Share

Penjelasan Angin dalam Al-Qur'an, Bawa Pesan Terselubung

Nazmi Tsaniya, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 330 2327999 penjelasan-angin-dalam-al-qur-an-bawa-pesan-terselubung-a2F3RcHvpe.jpg Semua bentuk kehidupan sudah diatur Allah SWT di dalam Alquran. (Foto:Islam City)

JAKARTA – Manusia adalah makhluk yang bernafas menggunakan udara. Tanpa adanya udara, manusia binasa dari muka bumi. Oleh karenanya, Allah memberikan udara atau angin sebagai tanda Kebesaran-Nya. Banyak ayat Al-Quran yang menerangkan perihal hal tersebut.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya. Mudah-mudahan kamu bersyukur,” (QS. Ar-Rum: 46).

Baca Juga: Ciri-Ciri Teman dan Sahabat yang Membawa Kebaikan Dunia Akhirat

Dari ayat di atas menerangkan bahwa, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan angin semata-mata agar kita mensyukuri nikmat yang telah Dia berikan. Namun, tahukah kalian bahwa Allah menciptakan angin dengan berbagai rahasia didalamnya?

Hal ini dikemukakan dalam buku “Islam Ilmiah”, oleh Abdul Syukur Al-Azizi dikutip pada  Rabu (16/12/2020). Beliau menjelaskan rahasia-rahasia angin yang tidak kita ketahui.

Sebagaimana diuraikan sebelumnya, proses terjadinya hujan ialah karena adanya penguapan air, terutama dari laut. Dibalik fenomena ini, ternyata angin juga memiliki peran yang sangat besar terhadap proses terjadinya hujan. Dalam sebuah ayat, Allah Subhanahu wa ta’ala menyatakan bahwa angin memiliki sifat mengawinkan dan menyebabkan terjadinya hujan.

Baca Juga: Karya Syaikh Ali Thantawi Soal Kematian yang Menggetarkan Hati

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

“Dan, Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langir, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. Al-Hijr [15] : 22).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ayat tersebut menegaskan bahwa fase pertama dalam proses terbentuknya hujan adalah adanya angin. Hingga awal abad ke-20, satu-satunya hubungan antara angin dan hujan yang diketahui ialah bahwa angin menggerakan awan. Akan tetapi, seiring berkembangannya ilmu meteorologi dan teknologi modern, ditemukan fakta bahwa angin berperan “mengawinkan” dalam proses pembentukan hujan.

Dari beberapa pengamatan yang dilakukan oleh para ilmuwan diketahui bahwa di atas permukaan laut dan Samudra, gelembung udara yang tak terhitung jumlahnya terbentuk akibat pembentukan buih. Pada saat gelembung-gelembung ini pecah, ribuan partikel kecil dengan diameter seperatus milimeter, terlempar ke udara. Partikel-partikel ini, yang dikenal sebagai aerosol, bercampur dengan debu daratan yang terbawa angin ke lapisan atas atmosfer.

Baca Juga: Apa Itu Hujan Meteor? Alquran Sudah Menjelaskan di Surah As-Shaffat

Selanjutnya, partikel-partikel tersebut dibawa naik lebih tinggi ke atas oleh angin dan bertemu dengan uap air di sana. Uap air mengembun di sekitar partikel-partikel ini dan berubah menjadi butiran-butiran air. Pada awalnya, butiran-butiran air ini berkumpul dan membentuk awan, kemudian jatuh ke bumi dalam bentuk hujan.

Jadi, angin “mengawinkan” uap air yang melayang di udara dengan partikel-partikel yang dibawanya dari laut dan akhirnya membantu pembentukan awan hujan. Apabila angin tidak memiliki sifat mengawinkan maka butiran-butiran air di atmosfer bagian atas tidak akan pernah terbentuk sehingga hujan tidak akan pernah terjadi.

Begitulah isi rahasia dalam angin yang perlu kita ketahui. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan buktinya kepada kita agar kita tetap beryukur dan tak kufur terhadap nikmat-Nya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini