Makan Harta Anak Yatim Ibarat Menelan Api dalam Perut

Nazmi Tsaniya, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 330 2329359 makan-harta-anak-yatim-ibarat-menelan-api-dalam-perut-D69zYxufSD.jpg Menyantuni anak yatim dan kaum dhuafa menjadi perintah agama. (Foto:Okezone)

JAKARTA – Anak yang belum baligh dan ditinggalkan oleh ayahnya (meninggal dunia), maka anak inilah yang disebut anak yatim.

Anak yatim adalah anak yang mendapat perlindungan khusus dari Islam. Karena, dengan meninggalnya sosok ayah, kehidupan dunia anak itu akan berubah total. Mulai dari biaya hidup, kasih sayang, perhatian, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: Berangkat ke Masjid dengan Niat Cari Ilmu Pahalanya Setara Ibadah Haji

Oleh karena itu, Islam sangat melindungi anak yatim, dan menganjurkan kepada umatnya untuk memperlakukan anak yatim sebaik mungkin.

Setiap anak yatim, pasti ayahnya akan meninggalkan harta untuknya. Selama masih mempunyai kerabat lain, harta anak yatim ini harus dipegang alih lebih dahulu, tapi bukan berarti harta itu menjadi miliknya.

Namun, masih ada saja orang yang tidak tahu diri dengan mengambil harta tersebut. Kebanyakan orang seperti ini modus dengan alasan akan mengasuh anak itu.

Baca Juga: Nikmat Itu Wajib Disyukuri Bukan Justru Jatuh dalam Maksiat

Ustaz Abdul Somad menjelaskan, bahwa seseorang yang menjadi wali dari anak yatim itu, tidak boleh memakan harta anak yatim, “Kalau dia menjadi pengurus harta anak yatim, maka hart aitu bukan untuk dia, tapi untuk anak yatim. Jika dia memakan harta anak yatim, hatinya sudah keras. Dia sudah mendustakan agama,” ujarnya dalam Channel Youtube Tanya Ustadz, pada Kamis (17/12/2020).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk kedalam api yang menyala-nyala (neraka).” (QS. An-Nisa : 10)

Hal ini juga pernah dijelaskan Rasulullah dalam hadisnya,

“Jauhilah oleh kalian tujuh perkara yang merusak,” dan salah satu perkara yang Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam sebutkan adalah, “Memakan harta anak yatim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya