Manusia Ini Diikuti Malaikat dari Belakang, Begini Kisahnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 330 2334849 manusia-ini-diikuti-malaikat-dari-belakang-begini-kisahnya-I12YDlC19Y.jpg Allah SWT menyukai manusia yang saling mengasihi karena-Nya. (Foto: Freepix)

JAKARTA - Allah subhanahu wa ta’ala mencintai orang-orang yang saling mencintai karena-Nya.Bahkan ada sebuah hadis yang membuktikan hal tersebut.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam (SAW) berkata:

“Dahulu ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di suatu negeri. Allah subhanahu wa ta’ala (SWT) pun mengutus seorang malaikat di belakangnya. 

Baca Juga: Penting Mahar Diberikan Sekalipun Berupa Cincin dari Besi

Ketika malaikat ini mendatangi orang tersebut, ia bertanya, ‘Engkau hendak menuju ke mana?’ 

Orang tersebut menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku.’

Malaikat itu kembali bertanya, ‘Apakah engkau hendak melunasi tanggunganmu?’ 

Dia menjawab, ‘Tidak. Hanya saja aku mencintainya karena Allah subhanahu wa ta’ala.’

Malaikat itu pun berkata, ‘Aku adalah malaikat yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadamu. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mencintaimu, sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu karena-Nya.’ (Muslim no. 2567)

Baca Juga:  Mengenal Shahabiyah Ummu Waraqah, Imam Sholat Pertama Para Muslimah

Cinta karena Allah subhanahu wa ta’ala adalah sebab seorang hamba bisa merasakan manisnya iman.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa ingin merasakan nikmatnya iman, hendaknya ia tidak mencintai seorang pun kecuali karena Allah.” (HR. Ahmad, dinyatakan “hasan” oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’, no. 6164)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya. Dari Abu Musa al-Asy’ari radhiallahu anhu (dia berkata):

“Ada seorang lelaki mendatangi Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, (bagaimana pendapatmu tentang) seseorang yang mencintai suatu kaum, tetapi ia tidak bisa menyamai amalan mereka?’

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pun bersabda:

‘Seseorang akan (dikumpulkan) bersama orang yang dicintainya.’” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Cinta karena Allah Subhanahu wa ta’ala termasuk keimanan, dan menyebarkan salam adalah salah satu sebab untuk mendapatkannya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman; dan iman kalian tidak akan sempurna hingga kalian saling mencintai. Maukah aku beritahukan suatu amalan, yang jika kalian melakukannya, kalian akan saling mencintai? (Yakni) sebarkan salam di antara kalian!” (HR. Muslim, no. 54)

An-Nawawi rahimahullah berkata, “Makna sabda beliau ‘Iman kalian tidak akan sempurna hingga kalian saling mencintai,’ adalah ‘iman kalian tidak akan bagus dan sempurna, kecuali dengan saling mencintai’.”

Maka dari itu, marilah kita jaga persaudaraan (persahabatan) ini di jalan Allah subhanahu wa ta’ala, karena ia merupakan salah satu bentuk syukur kita kepada-Nya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Dan (ingatlah) ketika Rabbmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih.’” (Ibrahim: 7)

Mudah-mudahan Allah subhanahu wa ta’ala semakin mempererat persaudaraan dan kerukunan kita di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan pemahaman salafus shalih. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya