Buhaira mengatakan kepada Abu Thalib bahwa keponakannya itu merupakan nabi terakhir penerus Nabi Isa AS, ialah utusan Allah SWT bagi penduduk bumi. Lantas Buhaira meminta Abu Thalib untuk kembali ke Mekkah, karena Syam dirasa tidak aman. Buhaira khawatir, kaum Yahudi yang telah mendengar kabar ini, sedang mengincar Muhammad.
Benar saja, tak lama setelah itu tiga pemuda Yahudi datang menghampiri Buhaira. Mereka menanyakan keberadaan pria yang ciri-cirinya mengacu pada Nabi Muhammad SAW. Namun, Buhaira mengatakan bahwa pria itu memiliki Tuhan Allah SWT, yang tidak akan mampu dikalahkan siapapun.
(Vitrianda Hilba Siregar)