Terpuji, Aminudin Ajari Sesama Tahanan Mengaji di Sel Polsek Sukolilo

Ali Masduki, Jurnalis · Jum'at 05 Maret 2021 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 614 2372788 terpuji-aminudin-ajari-sesama-tahanan-mengaji-di-sel-polsek-sukolilo-46hD05r5z2.jpg Aminudin (56) saat mengajari membaca Al-Qur'an sesama tahanan di sel Polsek Sukolilo, Surabaya. (Foto:Ali Masduki)

SURABAYA - Terbiasa mengaji, saat di sel tahanan pun virus kebaikan itu ditebar kepada sesama tahanan lainnya. Hal itu dilakukan Aminuddin, warga Menur Pumpungan Gang Masjid Surabaya. Aminuddin di tahan di sel Polsek Sukolilo, Surabaya.

Dia dengan sabar mengajari membaca Al-Qur'an sesama tahahan. Aminuddin adalah pensiunan BUMN, lantas bagaimana dia sampai masuk tahanan. Aminuddin ternyata menusuk selingkuhan istrinya, namun tidak sampai tewas.

Perjalanan hidup Aminudin tidak semanis kebaikan yang dia tebar. Pria 56 tahun ini harus menjalani ujian hidup cukup berat. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, Aminudin harus mencicipi pengapnya jeruji besi.

Baca Juga: Menjemput 7 Jenis Rezeki Manusia, Nomor 6 Ternyata Mudah Dilakukan

Aminudin merupakan warga Menur Pumpungan Gang Masjid Surabaya. Sejak lulus Sekolah Dasar (SD), Amin sudah ditempa ilmu agama di pesantren. Pendidikan agama itulah yang membentuk karakternya menjadi sosok bersahaja. Selain menjadi marbot, kemampuannya juga dibutuhkan untuk mengajar ngaji para anak-anak di masjid di lingkungan rumahnya.

"Saya jadi marbot dan mengajar ngaji anak-anak setelah pensiun," katanya saat ditemui di sel tahanan Polsek Sukolilo Surabaya.

Dulunya, Aminudin merupakan pegawai BUMN di kawasan Kabupaten Gresik. Seperti layaknya kepala keluarga lainnya, setiap subuh dia berangkat kerja dan pulang malam sebelum akhirnya dipensiunkan karena pandemi.

Baca Juga:  Sholat Jumat Online, Jangan Mengkreasikan Ibadah Tanpa Tuntunan

Dibalik kesibukan pulang-pergi kerja dari Surabaya-Gresik, Aminudin juga merintis usaha yang dijalankan oleh istrinya. Awalnya, usaha yang dirintis Amin dan istrinya cukup berjalan lancar.

Bahkan bisa menampung teman dekatnya bernama Kholil, seorang juru parkir rumah makan yang terpaksa harus berhenti karena lapak parkirnya sepi lantaran terdampak Covid-19.

Namun lama kelamaan usahanya juga kolaps. Istrinya dan Kholil yang dipercaya rupanya tidak mampu mengelola keuangan dengan baik. Meski dagangan laku keras, tapi utang semakin numpuk. Alhasil, semua usaha ditutup agar hutang tidak menumpuk. "Saya tidak tahu kemana larinya uang itu. Tapi ya tagihan-tagihan utang tetap saya tutup," ucapnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Singkat cerita, Kholil yang selama ini ditampung di rumah Aminpun tetap tinggal bersama, disalah satu kamar kos rumah Amin. Padahal sudah tidak lagi bekerja. Sehari-hari Kholil hanya menikmati hidup gratisan. Makan, jajan hingga kebutuhan rokok dicukupi oleh Aminudin. Lama-kelamaan, Aminudin menyerah dan meminta Kholil segera angkar koper dari rumahnya.

"Tapi dia gak mau pergi. Katanya, istri saya punya utang banyak, totalnya mencapai puluhan juta. Setelah saya lunasi dan atas perjanjian bersama RT/RW dia baru mau pergi," tuturnya.

Amin mengungkapkan, dia tidak pernah menyangka ternyata selama ini Kholil dan istrinya memiliki hubungan khusus. Di belakang Amin, mereka berdua sering menjalin asmara terselubung. Hal itu diketahui setelah Kholil angkat kaki dari rumahnya. Saat itu, istrinya meminta uang untuk membayar utang.

"Saya kejar utang ke siapa. Lalu saya minta nomor rekening dan nomor handphone yang akan dibayar, kok katanya jauh di luar kota," kata dia.

Setelah mendapat nomor handphone, Aminudin menyimpan di gadget miliknya. Ternyata disitu tertera profil Kholil. "Saya mengira uang itu buat bayar kos-kosan. Sebagai pancingan tetap saya transfer," katanya.

Sejak saat itulah Amin menelusuri keberadaan Kholil. Hingga pada akhirnya hubungan gelap istrinya dan Kholil terbongkar. Amin memergoki istrinya keluar dari kamar kos Kholil di kawasan Nginden. "Saya minta istri saya untuk menunjukkan kamarnya Kholil," ujarnya.

Baca Juga: Jin Tidak Tahu Ilmu Gaib, Termasuk yang Ada di Langit dan Bumi

Sebagai suami, Amin naik pitam karena merasa dihianati. Niat baiknya dibalas dengan perselingkuhan. Padahal, sebelumnya Aminudin sudah pernah berbicara empat mata dengan Kholil, jika menghendaki istrinya jangan diam-diam. Dia rela menceraikan istrinya agar bisa hidup halal bersama Kholil.

"Begitu saya dapati Kholil berada di kamar kos, saya langsung taburi dia dengan pasir agar lumpuh dan mudah saya hajar. Tapi situasinya banyak orang. Saya dan Kholil dipegangi orang banyak hingga tidak berdaya," paparnya.

Dari situ, Amin teringat bahwa di sakunya tersimpan pisau ayam potong. Pisau itu niatnya untuk menyayat ayam dagangan milik keponakannya di pasar. "Lalu saya ambil pisau dan saya tusukkan ke Kholil. Karena mau mukul gak bisa," kata dia.

Peristiwa penusukan itulah yang mengantarkan Amin ke jeruji besi. Ia dibawal oleh warga ke polisi dan harus mempertanggungjawabkan kelalaiannya.

Di balik jeruji besi yang pengap, Aminudin justru mendapatkan hikmahnya. Ilmu agama yang ia miliki menjadi penyejuk panas dan sempitnya bui. Dibalik jeruji besi, Amin kerap melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran hingga menarik minat narapidana lainnya. Puluhan tahanan tergerak menjadi santri Aminudin.

"Setiap dua bulan Alhamdulillah bisa khataman sampai delapan kali. Mereka (para teman tahanan) sudah saya anggap seperti anak saya sendiri karena saya yang paling tua," imbuhnya.

Di dalam sel, Aminudin tidak bisa meninggalkan kebiasaannya. Ia terus melakukan puasa sunah Daud seperti kebiasaan sebelumnya saat belum tersangkut kasus pidana. Jatah makan dia berikan kepada tahanan lain yang didominasi anak-anak muda.

Baca Juga:  Masjid Pangeran Arab Segera Dibangun di Solo

Aminudin berharap, virus kebaikannya yang ditebar bisa diterima Tuhan dan menjadi ladang penghapus kekhilafannya. "Umur sudah senja. Ibadah saja. Insyallah semua saya lakukan untuk Allah dan anak-anak saya," tandasnya.

Kapolsek Sukolilo, Kompol Subiyantana, mengakui kehadiran Amunudin sangat membantu tahanan lainnya. Selama didalam sel, Amin mengajarkan baca Al-Quran dan sholat lima waktu dengan tertib serta tepat waktu.

"Selama ini sebelum ada beliau, tahanan yang sadar tetap ibadah tapi masing-masing tidak bersama-sama. Karena kita tetap mengimbau agar tahanan melalukan kegiatan ibadah sesuai kayakinan masing-masing," tegasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim C, Iptu Zainul Abidin menyebut, jika berkas perkara Aminudin sudah dinyatakan P-21 (berkas sempurna) oleh jaksa. Tersangka dijerat dengan pasal penganiayaan ringan karena memang hasil penyidikan aksi tersebut dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan. Korban pun hanya luka ringan dibagian perut.

"Sudah tinggal kirim berkasnya. Beliau kami jerat dengan pasal penganiayaan ringan karena memang hasil penyidikan aksi itu dilakukan secara spontan dan tidak direncanakan. Korban pun hanya luka ringan dibagian perut," imbuhnya. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya