3 Waktu Terbaik Berdoa Pada Hari Jumat

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 19 Maret 2021 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 19 330 2380406 3-waktu-terbaik-berdoa-pada-hari-jumat-IWuoUrucf0.jpg Waktu berdoa terbaik pada hari Jumat. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Waktu terbaik berdoa Hari Jumat setidaknya ada 3 kesempatan. Hari Jumat memang hari yang dimuliakan, walinya para hari. Meski begitu, di hari-hari di luar hari Jumat pun tetapa harus memanjatkan doa, memohon kepada Allah Ta'ala. 

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda:

فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّي فَسَأَلَ اللَّهَ خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ

“Di hari Jum’at ada satu waktu, tidaklah seorang muslim berdiri melakukan sholat lalu ia memohon kebaikan kepada Allah di waktu tersebut kecuali Allah akan mengabulkannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata:

فينبغي الإكثار في يوم الجمعة من الدعاء رجاء أن يصادف هذه الساعة المباركة، ولكن ينبغي أن تحظى الأوقات الثلاثة المذكورة آنفا بمزيد من العناية؛ لأن الرسول صلى الله عليه وسلم قد نص على أنها ساعة الإجابة، والله ولي التوفيق

“Maka sepatutnya untuk memperbanyak doa di hari Jum’at dengan harapan bertepatan dengan waktu yang penuh berkah ini, akan tetapi sepatutnya juga untuk lebih memperhatikan tiga waktu ini, karena Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam telah bersabda bahwa itu adalah waktu dikabulkannya doa. Semoga Allah memberikan taufiq.” [Fatawa Ibni Baz rahimahullah, 12/402] 

Baca Juga: Esensi Hari Jumat Adalah Perbaiki Diri dan Ibadah

Ustaz Sofyan Ruray dalam lamannya dikutip pada Jumat (19/3/2021) menyebutkan  3 waktu terbaik untuk berdoa pada Hari Jumat yakni:

1. Ketika khatib duduk di atas mimbar sampai selesai Sholat Jum’at.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda :

هِيَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الْإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلَاةُ

“Waktunya adalah di antara imam duduk diantara dua khutbah sampai sholat dilaksanakan.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]

Akan tetapi tidak boleh berdoa saat khatib sedang berkhutbah, karena yang diwajibkan saat itu adalah diam dan mendengarkan khutbah.

Baca Juga: Santri Muda Ini Iklhas Wakafkan Lahannya untuk TPU Islam

Hendaklah dibaca saat khatib tidak sedang berkhutbah, seperti:

– Ketika khatib sedang duduk di antara dua khutbah.

– Setelah khatib turun dari mimbar, sebelum mulai Sholat Jum’at.

– Ketika sujud dalam sholat.

– Setelah tasyahud dan shalawat, sebelum salam.

Janganlah mengeraskan suara ketika berdoa karena termasuk adab berdoa pada asalnya adalah dengan suara pelan, dan agar tidak mengganggu orang lain.

Tidak ada dzikir dan doa dengan lafaz khusus di waktu ini, maka boleh berdoa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat, namun lafaz doa yang terbaik tentunya yang berasal dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Tidak pula dilakukan secara berjama’ah dengan komando mu’adzin, ini termasuk menambah-nambah dalam agama.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Ba’da Ashar sampai Maghrib.

Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Sesungguhnya di hari Jum’at ada satu waktu yang tidaklah seorang muslim pun memohon kebaikan kepada Allah ‘azza wa jalla di waktu tersebut kecuali Allah akan mengabulkannya, waktunya adalah ba’da Ashar.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhuma]

3. Akhir hari Jum’at, yaitu menjelang Maghrib.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]

Sebagian ulama menguatkan pendapat bahwa waktunya hanyalah salah satu dari tiga waktu ini, akan tetapi dalil-dalil menunjukkan bahwa bisa saja bermakna semua waktu tersebut, karena hadits-haditsnya shahih dan maknanya tidak bertentangan. Pendapat ini yang dikuatkan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah (Lihat Fatawa Ibni Baz rahimahullah, 12/401-402). 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya