Masjid Jami Kalipasir Awalnya Gubuk Tempat Persinggahan di Tepi Sungai Cisadane

Isty Maulidya, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 614 2398091 masjid-jami-kalipasir-awalnya-gubuk-tempat-persinggahan-di-tepi-sungai-cisadane-k9kuGXreUa.jpg Masjid Jami Kalipasir, Kota Tangerang. (Foto: Isty Maulidya)

Masjid tersebut akhirnya semakin dikenal oleh banyak orang, para sultan dari kerajaan Islam di Pulau Jawa pun kerap mengunjungi masjid tersebut. Sehingga masjid tersebut masih berhubungan dengan Kesultanan Cirebon, Kesultanan Banten, dan Kesultanan Demak. Bahkan salah satu ulama dari Persia pun singgah di Kali Pasir, dengan tujuan menyebarkan ajaran Islam ke daerah Banten.

"Tahun 1608 kedatangan dari Kerajaan Kahuripan Bogor, dan mengurus masjid juga diperbesar. Tahun 1671 barulah kepengurusan diserahkan ke putranya Tumenggung Pamit Wijaya, dan kemudian berlanjut pada keturunan beliau," jelas Sjairodji.

Tak ada yang tahu pasti kapan gubuk singgah itu berubah menjadi masjid. Namun, ada satu literasi yang mengatakan bahwa masjid berdiri pada tahun 1576. Kemudian oleh pemerintah setempat dijadikan bangunan cagar budaya pada tahun 2011, berdasarkan surat keputusan dari Wali Kota Tangerang.

"Yang menetapkan tahun berdirinya masjid adalah Kiai Shobari orang Kalipasir asli, sekarang orangnya masih ada. Beliau ini adalah ahli hikmah jadi kemungkinan tahu lebih banyak soal kejadian dulu," ujar Sjairodji.

Sampai saat ini, masjid tersebut masih terjaga keasliannya. Meskipun berkali-kali mengalami perubahan, namun bentuk atap masjid yang tidak menggunakan kubah serta menara masih seperti bentuk aslinya. Selain itu, di dalam masjid juga masih ada 4 tiang penyangga yang dipercaya sudah ada sejak pertama masjid berdiri.

"Ini 4 tiang ini kata cerita orang tua ada sudah dulu sekali, salah satunya pemberian Sunan Kalijaga. Dan kalau lihat di atas itu ada yang namanya Baluarsi, juga diberikan oleh Sultan Ageng Tirtayasa Banten," jelasnya.

Masjid ini memang tak seluas masjid kebanyakan, bahkan tak ada kubah megah yang biasanya ada di bangunan masjid. Namun, melihat banyaknya makam kuno yang ada di halaman masjid membuktikan bahwa masjid ini memang menyimpan sejuta cerita penyebaran Islam lebih dari seribu tahun lalu. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya