Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Silaturahmi atau Silaturahim? Ini Penjelasan Gus Baha

Novie Fauziah , Jurnalis-Kamis, 13 Mei 2021 |09:00 WIB
Silaturahmi atau Silaturahim? Ini Penjelasan Gus Baha
Gus Baha. (Foto:Okezone/Dok)
A
A
A

JAKARTA - Kata silaturahmi sering diucapkan dalam kehidupan sehai-hari. Lalu muncul pertanyaan, pengucapan mana yang benar silaturahmi atau silaturahim? Ulama NU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dalam videonya saat  memberikan kajian kepada para Tenaga Keraja Indonesia (TKI) di Korea Selatan menjelaskannya.

Gus Baha menjelaskan pengucapan silaturahmi dalam bahasa Arab dan Jawa itu berbeda, namun maknanya sama. "Kalau bahasa Arab itu bisa berbeda dengan bahasa Jawa. Tapi kalau tasrifan tetap sama. Silaturahim itu dari isim fail (artinya) menyambung kepada orang yang kamu sambungkan. Pokoknya bahasa itu benar semua," ujar Gus Baha.

Menurutnya, itu adalah suatu hal yang ringan karena silaturahmi dan silaturahim secara bahasa sama. Kada dia, yang terpenting makna sebenarnya, yaitu menyambung unsur pada rahim.

Rasulullah SAW membagi silaturahmi kepada tiga bagian yang berhak. Yaitu hak saudara, hak tetangga, hak orang yang seagama atau seiman.

"Makannya, kata Nabi silaturahmi itu ada tiga. Ada orang yang punya tiga hak, yaitu dia keluarga kamu, dia tetanggamu, dia seagama denganmu," kata Gus Baha.

Dilansir dari laman NU Online, Silaturahmi secara syariat merupakan amalan utama karena dapat menyambungkan semua yang telah terputus. Kemudian terdapat juga keutamannya, yaitu memperpanjang umur dan memperluas rezeki.

Rasulullah SAW bersabda:

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement