Yaser Arafat Sepanjang Hidupnya Membela Rakyat dan Tanah Palestina

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 18 Mei 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 614 2411423 yaser-arafat-sepanjang-hidupnya-membela-rakyat-dan-tanah-palestina-2WNZMAOYrs.jpg Yaser Arafat. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Yaser Arafat, perjuangan rakyat Palestina tidak bisa lepas dari sosoknya. Tokoh kharismatik ini bernama lengkap Muhammad Yassir Abdul Rahman Abdul Rauf Arafat al-Qudwa sepanjang hidupnya berjuang melawan penindasan Israel atas Tanah Palestina.

Yaser Arafat menjadi salah satu tokoh yang memimpin perang, perang Israel-Palestina. Yaser Arafat wafat dengan cara yang tragis dengan dugaan kuat diracun. Yaser wafat pada 11 November 2004 pada umur 75 tahun. Dia dilahirkan pada 24 Agustus 1929.

Baca Juga: Sejarah Peperangan Nabi dengan Kaum Yahudi yang Selalu Bersembunyi

Yaser Arafat dikenal sebagai tokoh yang gigih berjuang menghadapi Zionis Israel. Lewat organisasinya sebagai Ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Presiden Otoritas Nasional Palestina (PNA), pemimpin partai politik dan mantan pasukan milisi Fatah, yang dia dirikan pada tahun 1959.

Yaser Arafat total menghabiskan sebagian besar hidupnya menentang Israel atas nama hak penentuan nasib rakyat Palestina. Awalnya bersikap menentang keberadaan Israel, dia mengubah sikapnya pada tahun 1988 ketika menerima Resolusi 242 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca Juga: Gus Baha: Sampai Kiamat PBB Tidak Bisa Mendamaikan Palestina dan Israel, Mengapa?

Dikutip dari Wikipedia disebutkan Arafat dan gerakannya beroperasi dari beberapa negara Arab. Pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, Fatah berhadapan dengan Yordania dalam sebuah perang sipil. Diusir keluar dari Yordania dan terpaksa mengungsi ke Lebanon, Arafat dan Fatah merupakan target utama invasi militer Israel atas negara tersebut pada tahun 1978 dan 1982.

Selanjutnya, Arafat terlibat dalam serangkaian perundingan dengan Israel untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama satu dekade antara negara tersebut di PLO.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Di antara perundingan-perundingan ini adalah Konferensi Madrid 1991, Perjanjian Oslo, dan pertemuan di Camp David pada tahun 2000. Lawan-lawan politiknya, seperti kaum Islamis dan faksi kiri PLO, sering menuduhnya sebagai seorang yang korup atau terlalu tunduk kepada persyaratan-persyaratan yang diberikan oleh Israel.

Pada saat-saat itu, Hamas dan organisasi-organisasi militan lainnya mulai naik daun dan menggoyahkan pemerintahan yang telah dibangun oleh Fatah dibawah Arafat di Palestina. Pada akhir 2004, setelah diisolasi secara efektif oleh tentara Israel di rumahnya sendiri di Ramallah, Arafat jatuh sakit, mengalami koma dan wafat pada tanggal 11 November 2004, dalam usia 75 tahun.

Penyebab penyakit dan kematiannya masih menjadi bahan perdebatan hingga hari ini. Ada yang menyebut Yaser Arafat wafat karena operasi intelijen dengan maracuninya.

Hingga hari ini, Arafat masih dikenang sebagai seorang tokoh kontroversial yang warisannya kerap dipertanyakan. Mayoritas rakyat Palestina, tanpa mengenal ideologi politik, melihatnya sebagai seorang pejuang kemerdekaan yang heroik dan martir yang menyimbolkan jeritan hati rakyatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya