JAKARTA - Keterbukaan pemikiran Muhammadiyah sebagai organisasi induk Aisyiyah dalam mengakui dan melibatkan peran perempuan di tingkat multilevel membuatnya tidak diragukan lagi kiprahnya selama 104 tahun ini ini.
Hal ini pun diakui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Dia mengatakanperan 1 abad Aisyiyah di Indonesia telah diwarnai dengan segudang aktivas dan visi kerja yang berkemajuan. Nadiem menegaskan bahwa apa yang telah dilakukan Aisyiyah sejatinya agar Islam tegak sebagai pembawa solusi bukan pencipta petaka.
Baca Juga: Keberkahan Umat Islam ada di Waktu Pagi
“Lebih dari satu abad Aisyiyah secara istiqamah menjadi gerakan perempuan muslim berkemajuan yang mengupayakan tegaknya agama Islam dan terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tutur Nadiem.
Salah satu yang melatarbelakangi berdirinya ‘Aisyyah adalah karena kondisi yang memprihatinkan terkait dengan posisi dan peran perempuan yang ditempatkan hanya sebatas urusan domestik rumah tangga. Dengan adanya peran perempuan di ruang-ruang publik, Nadiem semakin optimis kehadiran Aisyiyah di negeri ini akan turut membantu dan menyukseskan Indonesia menuju generasi emas.