Pembatalan Pemberangkatan Ibadah Haji 2021 Berdampak Psikologis Terhadap Calhaj

Kiswondari, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 330 2419821 pembatalan-pemberangkatan-ibadah-haji-2021-berdampak-psikologis-terhadap-calhaj-wdbboCCvAR.jpg Indonesia batakan keberangkatan ibadah haji 2021. (Foto: Ant)

JAKARTA - Pemberangkatan jamaah calon haji (calhaj) untuk Ibadah haji 2021 dibatalkan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hal ini jelas berdampak psikologis bagi jamaah calon haji.

Menurut Pengamat Haji Indonesia, Ade Marfuddin mengatakan dia dapat memahami apa yang dirasakan, jamaah haji Indonesia yang terkena dampak atas penundaan ini. Karena bagaimanapun, antrean haji Indonesia sangatlah panjang.

"Tentunya atas penundaan ini, efek secara psikolgis, gangguannya kepada jamaah, hampir 221 ribu jamaah, kan ini bukan jamaah baru, 221 ribu jamaah ini adalah jamaah yang 2020 yang diangkat lagi tahun 2021 yang gagal lagi, tertunda lagi keberangkatannya," kata Ade dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk "Nasib Jamaah Haji Indonesia" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Cerita Mengharukan Calhaj Indonesia Gagal Lagi Berangkat Haji Tahun Ini

Ade menjelaskan, persiapan para jamaah ini sudah matang, bahkan tanpa dianjurkan pemerintah, mereka sudah suntik vaksin meningitis dan Sinovac. Untung saja itu gratis sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan. Hanya saja, para calon jamaah ini sudah berangan-angan untuk berangkat dan pemerintah sudah memberikan kepastiannya.

"Tiba-tiba hari ini walaupun telat saya katakan telat bahwa pemerintah menyikapi apa keluarnya surat dari Arab Saudi bahwa hanya 11 negara yang diizinkan (terbang ke Arab Saudi), sementara kita ditunda dan itu telat menyikapi," sesalnya.

Menurut Ade, seharusnya pemerintah bukan mengumumkan penundaan haji bukan pada Rabu, 3 Juni 2021, melainkan sepekan sebelumnya. Karena, masyarakat sudah berharap-harap dengan cemas dan terus menunggu. Padahal, sudah ada wilayah yang sejak jauh-jauh hari memutuskan untuk berangkat haji pada tahun ini.

Baca Juga: Menag: Sampai saat Ini Belum Ada Negara yang Mendapat Kuota Haji

Karena sudah diputuskan resmi, dia meminta agar pemerintah menyosialisasikan dan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada calon jamaah bahwa penundaan itu bukan hanya aspek kesalahan pemerintah, tapi memang otoritas Arab Saudi tidak mengizinkan Indonesia berangkat ke sana dan bukan karena vaksin Sinovac juga.

"Maka alasan yang bisa kita katakan adalah pemerintah harus hadir dengan MUI, hal tersebut dikarenakan untuk memperjelas fatwanya, dua kali fatwa kita keluarkan bahwa haji adalah panggilan benar, Allah menggerakan orang untuk ke sana tetapi ada Istito'ah yang tidak terpenuhi," ungkap Ade.

Dasar dikeluarkannya fatwa itu, dia menjelaskan, walaupun uangnya sudah banyak dan menumpuk di Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH), tetapi karena aspek keamanan dan keselamatan jiwa, pandemi Covid menjadi halangan. Dan dari sisi agama tidak membenarkan untuk pemberangkatan haji dan memaksakan diri berangkat ke tanah suci.

"Ini fatwa harus keluar dan sampaikan kepada masyarakat, kalau sekarang jamaah yang menunggu itu jangan biarkan mencari informasi yang berkeliaran yang tanpa arah. Saya kira pemerintah umumkan secara jelas, ini ada fatwanya bahwa kita berpatokan kepada istito'ah tadi atau kemampuan tadi bahwa kita tidak sanggup untuk menghadapi virus global ini, lebih baik mengurungkan," tandasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya