Jamaah Haji Batal Berangkat, DPR: Jangan Salahkan Pemerintah

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 614 2419541 jamaah-haji-batal-berangkat-dpr-jangan-salahkan-pemerintah-IWJiC8ohWU.jpg Jamaah haji saat melontar jumrah sebelum wabah pandemi Covid-19. (Foto: Kemenag)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas resmi menyatakan ibadah haji 2021 dibatalkan, dengan pertimbangan pandemi Covid-19 masih belum terkendali. DPR pun mengingatkan publik jangan menyalahkan pemerintah terhadap keputusan pemerintah itu. 

Otoritas Arab Saudi hingga saat ini diketahui belum juga memberikan informasi kepastian apakah pada ibadah haji 2021 ini calon jamaah haji Indonesia dapat diberangkatkan ke Tanah Suci? 

Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto berpandangan bila tahun ini pemberangkatan jamaah haji terpaksa harus kembali batal seperti tahun lalu, bukan menjadi kesalahan pemerintah Indonesia.

Dia menilai sejauh ini Pemerintah Indonesia sudah dan terus melakukan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan ibadah haji. Termasuk menyiapkan skenario bila terjadi pembatasan kuota jumlah jemaah haji, mulai dari pembatasan 50%, 30%, 25%, 20%, hingga 5% (dari kuota normal) serta penerapan protokol kesehatan.

Baca Juga: 2 Fakta Arab Saudi Tak Izinkan Calhaj Indonesia Beribadah Haji 2021

Namun, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Arab Saudi belum memberikan kepastian apakah penyelenggaraan haji akan dilaksanakan seperti halnya tahun 2020 lalu yakni hanya bagi jamaah dalam negerinya atau akan pula mengundang jemaah haji dari luar Arab saudi.

“Sepertinya jamaah haji belum tentu berangkat di tahun ini. Saya kira bila ini terjadi (pembatalan pemberangkatan) ini kesalahannya bukan di Indonesia, jika Saudi menutup akses bagi jemaah haji di luar 11 negara,” kata Yandri dalam penjelasannya saat rapat kerja dengan Menteri Agama pada Senin (31/5/2021).

Jadi, kata dia, dari sisi persiapan, DPR dan Kemenag sudah sangat siap untuk memberangkatkan calon jamaah haji. "Baik dari sisi anggaran atau semua aspek yang dibutuhkan itu sudah sangat siap. Tapi sekali lagi, yang memiliki kebijakan untuk menentukan boleh atau tidak berangkat adalah Saudi Arabia,” ujar Yandri.

Baca Juga: Jamaah Haji Batal Berangkat, Menag: Agama Ajarkan Menjaga Jiwa Harus Diutamakan

DPR menurut Yandri selama ini telah memantau usaha maksimal dari Menteri Agama beserta jajaran termasuk menteri luar negeri. “Pemerintah Indonesia secara maksimal untuk mempersiapkan pelaksanaan haji tahun ini. Mitigasinya luar biasa, dari segala persiapan secara teknis, kami sudah melihat kesungguhan dari Kementerian Agama,” tutur Yandri.

Yandri pun menuturkan, DPR memberikan kesempatan kepada Menteri Agama untuk berkomunikasi dengan Presiden Jokowi agar pemerintah Indonesia dapat segera menentukan sikap terkait penyelenggaran ibadah haji ini.

“Karena, tahun lalu, Menag waktu itu mengumumkan pembatalan haji tanggal 10 Syawal, Pak. Hari ini (Senin, 31 Mei) sudah 19 syawal, artinya sudah melebihi waktu-waktu yang kita harapkan bila mana kita akan memberangkatkan jemaah haji,” ungkap Yandri.

“Maka kami, akan mendukung, akan membackup dan sama-sama bertangung jawab bila mana apa pun keputusan Pemerintah Indonesia terhadap kebijakan haji tahun ini bila mana sudah komunikasi dengan Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Komisi VIII TB Ace Hasan Syadzili pun mendorong pemerintah untuk segera mengambil keputusan.

“Sebaiknya kita segera ambil keputusan dan yang harus menjadi prioritas utama kita adalah keselamatan warga negara Indonesia,” tegas Ace Hasan Syadzili.

Dia menilai Pemerintah Indonesia akan sulit untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji karena hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan Arab Saudi. Namun di sisi lain Ace mengapresiasi persiapan skenario dan mitigasi penyelenggaran yang dilakukan oleh Kementerian Agama.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya