2 Fakta Arab Saudi Tak Izinkan Calhaj Indonesia Beribadah Haji 2021

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 614 2419529 2-fakta-arab-saudi-tak-izinkan-calhaj-indonesia-beribadah-haji-2021-pUTxCdOoOT.jpg Kakbah di Komplek Masjidil Haram, Makkah. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan ibadah Haji 2021 resmi dibatalkan, dengan pertimbangan pandemi Covid-19 masih belum terkendali.

Hal itu disampaikan saat menggelar konferensi pers terkait kepastian penjelasan kebijakan penyelenggaraan haji 1442 H/2021 M, Kamis (3/6/2021).

Hingga saat ini pun, Arab Saudi belum juga memberikan informasi kepastian soal ibadah haji 2021 apakah jamaah calon haji asal Indonesia dapat diberangkatkan ke Tanah Suci dan berapa kuota jamaah yang didapatkan Indonesia.

Pemerintah Arab Saudi justru memberikan dua informasi yang membuat pemrintah dan publik di Indonesia menjadi bertanya- tanya.

Baca Juga: Pemerintah Tidak Berangkatkan Jamaah Haji, Menag: Sudah Melalui Kajian Mendalam

Informasi yang disampaikan Arab Saudi itu yakni pertama, berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi melalui akun Twitter @MOISaudiArabia ada 11 negara yang mendapat izin masuk ke Arab Saudi yaitu: Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, Swedia, Swiss dan Uni Emirat Arab.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan kriteria negara untuk dapat izin masuk ke Arab Saudi. Sebab Indonesia hingga kini masih berada dalam masa penangguhan izin masuk dari otoritas penerbangan di Arab Saudi bersama delapan negara lainnya yaitu Afrika Selatan, Argentina, Brasil, India, Lebanon, Mesir, Pakistan dan Turki.

"Jadi saya belum tahu kriteria yang digunakan Saudi," ujar Menag dikutip dalam laman resmi Kemenag, Kamis (3/5/2021).

Baca Juga: Menteri Agama Sampaikan Rasa Simpati: Keputusan Pahit, Tapi Ini yang Terbaik

Kedua, informasi yang disampaikan pemerintah Arab Saudi yakni soal jenis vaksin Covid-19. Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memasukkan vaksin Sinovac sebagai daftar vaksin yang 'diakui' untuk calon jamaah haji. Sementara pemerintah Indonesia menggunakan Sinovac termasuk untuk calon jamaah haji.

Sebelumnya Menteri BUMN, Erick Thohir juga mendesak pemerintah Arab Saudi terbuka tentang hal ini. Saudi diminta membuka diri perihal syarat pelaksanaan ibadah haji dan umroh di Tanah Suci. Permintaan tersebut seiring dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan mendapat sertifikasi atau Emergency Use Authorization (EUA) dari World Health Organization (WHO).

Keduanya adalah vaksin Sinovac yang diproduksi oleh Sinovac Biotech Ltd dan Sinopharm yang diproduksi oleh Beijing Bio-Institute of Biological Products Co Ltd.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya