Heboh Dai Kondang dan Anak Berseteru di Medsos, Saling Nasihati dengan Cara Sopan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 16:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 330 2421443 heboh-dai-kondang-dan-anak-berseteru-di-medsos-saling-nasihati-dengan-cara-sopan-3KjnzACM8Z.jpg Saling berlemah lembut dan berkasih sayang anak dengan oragtua. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Saat di jagat maya  media sosial sedang heboh perseteruan antara anak kandung dengan ayahnya  yang juga seorang dai kondang. Sang anak membuka aib ayahnya terkait perlakuannya selama ini terhadap ibunya. Kini pertanyaannya pantaskah hal itu diungkapkan di media sosial sehingga semua orang mengetahinya?

Sang dai kondang pun menegur anaknya atas tindakannya itu. Sang anak meminta maaf namun dia tetap berpendapat bahwa inilah cara yang tepat agar publik mengetahui bahwa ibunya selama ini diperlakukan tidak baik oleh ayahnya.

Di dalam Islam sangat penting ditekankan menjaga adab terhadap oragtua sekalipun orangtua mempunyai kesalahan yang luar biasa. Begitupun jika ingin menasihati orangtua tentu harus dengan cara yang santun dan sabar.  

Baca Juga: SBY Bersilaturahmi kepada Pak Harto, Contoh Menghormati Pemimpin Sebelumnya

Apabila melihat atau mengetahui  orangtua melakukan suatu kemungkaran maka wajib saling menasihati dan saling berwasiat dalam kebaikan menurut kemampuan dan cara yang baik dan waktu yang tepat sehingga dapat menghilangkan kemungkaran tersebut.

Firman Allah Ta’ala,

Baca Juga:  Sempat Bungkam, Teh Ninih Unggah Tulisan soal Perusak Kebahagiaan Dalam Hidup

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu…” (QS. At-Taghobun: 16)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila aku perintahkan kepada kalian suatu perkara maka laksanakanlah menurut kesanggupanmu.”

Apalagi terhadap kedua orangtua sebab mereka bukan seperti kerabat-kerabat yang lainnya. Mereka memiliki hak yang sangat agung. maka berbuat baik kepada mereka merupakan perkara wajib, menurut kemampuan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Allah berfirman (yang artinya), 

وَوَصَّيْنَا اْلإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَىَّ الْمَصِيرُ {14} وَإِن جَاهَدَاكَ عَلَى أَن تُشْرِكَ بِي مَالَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلاَ تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ {15}

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk memperseukutan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik..” (QS. Luqman: 14-15)

Ayat ini menjelaskan sikap seorang anak jika kedua orang tuanya kafir, maka bagaimana halnya jika kedua orang tuanya muslim? Apabila kedua orang tua kafir maka sikap seorang anak adalah mempergauli mereka dengan baik serta berbuat baik kepada mereka, barangkali dengan sebab itu mereka bisa mendapatkan petunjuk. Oleh karena itu, orangtua yang muslim lebih berhak mendapatkan perlakuan semacam itu.

Maka apabila seorang ayah melakukan  kemungkaran maka seorang anak wajib menasihati dengan cara yang baik. Demikian pula halnya bersikap terhadap ibu, saudaranya, dan yang lainnya, sehingga bisa terwujud apa yang diinginkan. (Majmu Fatawa wa Maqolat Mutawwi’ah, 6:350-351)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya