Apakah Boleh Patungan Hewan Kurban Kambing atau Domba?

Ahmad Haidir, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 330 2431997 apakah-boleh-patungan-hewan-kurban-kambing-atau-domba-0ekITW67a6.jpg Ilustrasi hewan kurban kambing. (Foto: Freepik)

SEMANGAT perayaan Idul Adha selain mengajarkan tentang arti berbagi melalui pembagian daging hewan kurban yang disembelih, juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong.

Salah satu perwujudan dari adanya semangat gotong royong tersebut adalah praktik membeli hewan kurban secara patungan atau kongsi yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Baca juga: Kisah Rasulullah saat Berkurban, 63 Unta Disembelih Sendiri 

Selain untuk menjalin ukhuwah Islamiyah atau tali persaudaraan antara sesama Muslim, praktik ini juga menjadi sarana bagi mereka yang ingin ikut serta berkurban namun terkendala dana yang terbatas.

Sebagian besar orang mungkin sudah mengetahui dan mengenal sistem kongsi untuk kurban sapi, namun bagaimana jika sistem yang sama diterapkan untuk kambing atau domba? Bagaimana syariat memandang hal tersebut?

Seperti dikutip dari laman NU.or.id, adapun syariat telah menetapkan standar maksimal jumlah kapasitas mudlahhi (orang yang berkurban) untuk per 1 ekor hewan kurban yaitu unta dan sapi untuk 7 orang, sementara kambing hanya sah untuk kurban 1 orang.

Baca juga: Aturan Kurban Sapi untuk 7 Orang, Patungan Dinilai Jadi Solusi 

Lalu apabila melampaui batas ketentuan tersebut, hewan yang disembelih tidak sah menjadi kurban. Misalnya, patungan sapi untuk 8 orang atau kambing untuk 2 orang. Adapun ketentuan syariat ini berlandaskan pada hadis:

عَنْ جَابِرٍ - رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ - قَالَ: «خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ فَأَمَرَنَا أَنْ نَشْتَرِكَ فِي الْإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ

Artinya: "Dari jabir, beliau berkata kami keluar bersama Rasulullah seraya berihram haji, lalu beliau memerintahkan kami untuk berserikat di dalam unta dan sapi, setiap 7 orang dari kami berserikat dalam 1 ekor unta." (HR Muslim)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berdasarkan dalil tersebut, jumhur ulama’ atau kesepakatan para ulama kemudian merumuskan hukum sebagai berikut:

مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ وَلَا نَعْلَمُ لَهُ مُخَالِفاً عَدَمَ جَوَازِ التَّضْحِيَّةِ بِالشَّاةِ عَنْ أَكْثَرَ مِنْ وَاحِدٍ

Artinya: "Menurut mazhab Syafii, dan kami tidak mengetahui pendapat yang menyelisihinya, tidak boleh berkurban dengan satu kambing untuk 1 orang lebih." (Syekh Al Habib Abdurrahman bin Muhammad Al Masyhur, Bughyah Al Mustarsyidin, halaman 258)

Baca juga:

ـ(وَلَوْ اشْتَرَكَ رَجُلَانِ فِي شَاتَيْنِ) لِلتَّضْحِيَةِ أَوْ غَيْرِهَا كَالْهَدْيِ (لَمْ يَجُزْ) اقْتِصَارًا عَلَى مَا وَرَدَ الْخَبَرُ بِهِ وَلِتَمَكُّنِ كُلٍّ مِنْهُمَا مِنْ الِانْفِرَادِ بِوَاحِدَةٍ

Artinya: "Bila dua laki-laki berserikat dalam 2 kambing untuk berkurban atau selainnya seperti al hadyu, maka tidak sah, karena meringkas atas ketentuan yang disebutkan dalam hadis dan karena masing-masing memungkinkan menyendiri dengan mengeluarkan 1 ekor kambing." (Syekh Zakariyya Al Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, halaman 537)

Namun sebagian orang berasumsi bahwa kurban kambing secara patungan diperbolehkan dengan berlandaskan kisah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang berkurban 2 ekor kambing yang diperuntukkan bagi keluarga dan umatnya. Adapun riwayat hadis yang menjelaskan kisah tersebut adalah sebagai berikut:

ضَحَّى رَسُولُ اللهِ- صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِكَبْشَيْنِ وَقَالَ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ

Artinya: "Nabi berkurban dengan 2 kambing gibas dan berdoa, 'Ya Allah terimalah dari Muhammad, keluarga, dan umatnya." (HR Muslim)

Baca juga: MUI Larang Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19 

Tetapi yang perlu dipahami di sini adalah hadis tersebut tidak berbicara mengenai konteks patungan atau kongsi berkurban kambing, namun berkaitan dengan al isyrak fi al tsawab (menyertakan orang lain dalam pahala kurban). Itu berarti bahwa sebetulnya Nabi berkurban sendiri yang pahalanya diperuntukkan bagi keluarga dan umatnya. Namun keluarga dan umatnya tersebut tidak turut andil dalam biaya pembelian kambing kurban tersebut.

Menghibahkan pahala kurban kepada orang lain adalah sesuatu yang diperbolehkan dalam syariat. Hal ini berdampak pada gugurnya kewajiban berkurban dari orang yang dimaksud. Namun pahala dan ganjaran kurban secara hakiki hanya diperoleh oleh mudlahhi atau orang yang berkurban.

Kesimpulan

Dalam perspektif syariat, berkurban secara kongsi atau patungan hanya diperbolehkan untuk hewan sapi atau unta dengan ketentuan maksimal 7 orang yang turut serta dalam pendanaan.

Adapun kurban kambing hanya diperuntukkan bagi 1 orang saja. Tapi apabila hal tersebut telanjur dilakukan, maka status daging kambing yang disembelih adalah sedekah biasa yang berpahala, tidak dihitung sebagai kurban.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Intip Kisaran Harga Hewan Kurban 2021, Mulai Domba hingga Sapi 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya