Kedua, makan dengan bersandar kepada sesuatu. Misalnya, bersandar pada dinding dan kursi. Dan ketiga, yaitu duduk bersandar di atas kedua paha dengan menyilangkan kedua kaki di depan, atau duduk
bersila. Karena duduk seperti ini adalah gaya duduk para penguasa lalim saat itu. Dan, Nabi enggan duduk dengan gaya penuh keangkuhan seperti itu.
Beliau bersabda:
"Sesungguhnya aku duduk sebagaimana duduknya seorang hamba. Dan aku makan sebagaimana makannya seorang hamba."
Itulah makanya, beliau senang makan sambil duduk dengan posisi yang telah kami sebutkan sebelumnya, bukan dengan duduk bersila. Sekiranya yang dimaksud bersandar adalah duduk dengan beralaskan bantal dan sejenisnya, maka seakan-akan beliau bersabda:
"Aku tidak makan dengan bersandar di atas bantal seperti yang biasa dilakukan para penguasa lalim, dan orang-orang yang rakus. Namun aku makan secukupnya sebagaimana makannya seorang hamba.
(Vitrianda Hilba Siregar)