Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Meluruskan Arah Kiblat 28 Mei dan 16 Juli, Begini Penjelasan Ahli Falak

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Kamis, 15 Juli 2021 |15:12 WIB
Hari Meluruskan Arah Kiblat 28 Mei dan 16 Juli, Begini Penjelasan Ahli Falak
Ahli falak Muhammadiyah, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar. (Foto: Muhammadiyah)
A
A
A

HARI meluruskan arah kiblat atau rashdul kiblat di Indonesia bagi kalangan pegiat ilmu falak terjadi setiap  28 Mei dan 16 Juli (atau 27 Mei dan 15 Juli). Di dua hari atau tanggal tersebut, umat Muslim kerap melakukan aneka kegiatan terkait arah kiblat, mulai dari akurasi masjid, musala, lapangan secara langsung, seminar, praktikum beberapa alat-alat astronomi, dan lain-lain

Ahli falak di lingkungan Muhammadiyah sekaligus ahli filologi yang memiliki perhatian khusus terhadap literatur klasik, Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar pun menuliskan tentang "Rasdul Kiblat Dalam Literatur Klasik".

Baca Juga: Matahari di Atas Kakbah Hari Ini dan Besok, Berikut Perkiraan Waktunya

Menurut anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini, di Indonesia, setiap tanggal 28 Mei dan 16 Juli (atau 27 Mei dan 15 Juli), di kalangan pegiat ilmu falak dikenal dengan Rashdul Kiblat, yaitu hari meluruskan arah kiblat.

“Rashdul Kiblat sendiri adalah momen ketika Matahari persis berada di atas Kakbah, yang mana ketika itu posisi Matahari senilai lintang Kakbah, yaitu 21º 25’. Dalam kondisi ini, setiap benda tegak lurus, bayangan yang dihasilkan adalah arah kiblat di lokasi itu. Cara dan metode ini sangat efektif digunakan untuk mengakurasi arah kiblat di berbagai tempat,” terang Arwin melansir laman Muhammadiyah, Kamis (15/7/2021).

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement