Hindari Kerumunan saat PPKM Darurat, Pemkot Semarang Siapkan Aturan Pemotongan Hewan Kurban

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 15 Juli 2021 17:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 15 614 2441226 hindari-kerumunan-saat-ppkm-darurat-pemkot-semarang-siapkan-aturan-pemotongan-hewan-kurban-2WEtPpNn0D.jpg Ilustrasi hewan kurban. (Foto: Okezone)

HARI raya Idul Adha 1442 Hijriah/2021 Masehi tinggal menghitung hari. Umat Islam pun berlomba-lomba menunaikan penyembelihan hewan kurban. Tapi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM Darurat ini pelaksanaan ibadah harus sesuai protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Salah satunya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Pemerintah Kota Semarang melarang warga menyaksikan secara langsung proses penyembelihan hewan kurban saat hari raya Iduladha yang diperkirakan berlangsung pada Selasa 20 Juli 2021.

Baca juga: Mana Lebih Menarik bagi Anak Muda, Berkurban atau Jalan-Jalan? 

Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah terjadinya kerumunan warga, sehingga berisiko menimbulkan penularan covid-19 dan melanggar aturan PPKM Darurat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Hernowo Budi Luhur mengatakan saat ini Pemkot Semarang telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor B/2856/524.3/VI/2021. Isinya tentang Pelaksanaan Penjualan dan Penyembelihan Hewan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19 di Kota Semarang.

Info grafis hewan kurban. (Foto: Okezone)

"Surat itu ditujukan kepada Gugus Tugas Covid-19, Kepala Satpol PP, Camat, Lurah, panitia penyembelihan hewan kurban, dan juga pedagang hewan kurban," jelas dia dalam keterangannya, seperti dikutip dari Solopos, Kamis (15/7/2021).

Dalam surat itu diatur tentang tata cara atau protokol penjualan dan penyembelihan hewan kurban di masa pandemi covid-19.

Baca juga: Mana Lebih Dulu, Berkurban atau Bayar Utang? 

Terkait penyembelihan, dianjurkan kepada masyarakat untuk melakukannya di rumah pemotongan hewan (RPH). Langkah ini untuk meminimalisasi terjadi kerumunan masyarakat yang ingin menyaksikan pemotongan hewan kurban.

Meski demikian, jumlah RPH di Semarang sangat minim dan tidak bisa menampung seluruh hewan yang akan disembelih saat Idul Adha nanti.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Oleh karena itu, Pemkot Semarang menyarankan penyembelihan hewan kurban tidak harus dilakukan di hari Idul Adha atau 10 Dzulhijjah. Penyembelihan hewan bisa dilakukan saat hari tasyriq atau tiga hari setelah Idul Adha yakni 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

"Selain itu, boleh disembelih di tempat asal, tapi masyarakat dilarang menonton. Baik saat penyembelihan hingga pengemasannya. Ini untuk menghindari risiko terjadinya kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan covid-19," jelasnya.

Baca juga: Wajib Tahu, 4 Syarat Supaya Ibadah Kurban Diterima Allah Ta'ala 

Ia pun meminta pihak panitia dan Satgas Covid-19 tingkat RT harus tegas menjalankan aturan ini. Dengan kata lain, mereka harus berani melarang warga, terutama anak-anak dan lansia yang biasanya sangat antusiasi dalam menyaksikan penyembelihan hewan kurban.

"Panitia kurban harus tegas. Satgas Covid-19 tingkat RT juga. Butuh kerja sama semua pihak agar peraturan ini berjalan lancar," tegasnya.

Dirinya juga meminta panitia atau petugas kurban menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara disiplin, seperti mengenakan masker rangkap dan sarung tangan, menyediakan tempat cuci tangan, serta sering-sering menyemprotkan disinfektan di lokasi pemotongan hewan kurban.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya