Perintah Sering Mengingat Kematian, Begini Hikmahnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 16 Juli 2021 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 16 330 2441925 perintah-sering-mengingat-kematian-begini-hikmahnya-xh4GyfFchs.jpg Perintah sering mengingat kematian. (Foto:Okezone/Dok)

PERINTAH sering mengingat kematian atau memperbanyak mengingat kematian adalah perintah dari sebuah hadis. Namun apa maksud perintah mengingat kematian, apa hikmahnya? 

Sebagian kaum muslimin bisa jadi salah paham dengan maksud hadis perbanyaklah mengingat kematian. Ketika mendengar hadis ini, mereka langsung menyangka bahwa mereka diperintahkan untuk mengingat hal-hal yang mengerikan dan seram. Misalnya saja:

Baca Juga: Pemerintah Minta MUI Bantu BNPB untuk Pemulasaran Jenazah Covid-19

1. Keluargamu akan terlantar.

2. Anakmu akan menjadi yatim, istrimu akan menjadi janda.

3. Engkau akan mati dengan ngerinya sakaratul maut.

4. Engkau akan mati mengenaskan seperti tertabrak, sesak napas tiba-tiba, atau kena serangan jantung. Dan lain sebagainya.

Ustaz dr Raenul Bahraen dalam akun [email protected]_bahraen menuliskan, sebagian kaum muslimin langsung mengingat hal-hal yang justru membuat mereka semakin susah karena mengingat kematian. Padahal bukan ini yang menjadi maksud utama perintah agar memperbanyak mengingat kematian

Salah satu maksudnya adalah agar melembutkan hati dan meringankan beban dunia dengan merenungi hakikat kehidupan. Bahkan kehidupan dunia ini hanya sementara saja dan akhirat itu kekal. Pintu gerbang menuju kehidupan sejati dan kehidupan sebenarnya adalah kematian.

Baca Juga: 100 Layar Besar Dipasang di Masjidil Haram untuk Memandu Jamaah Haji

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita agar memperbanyak mengingat kematian. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺃَﻛْﺜِﺮُﻭﺍ ﺫِﻛْﺮَ ﻫَﺎﺫِﻡِ ﺍﻟﻠَّﺬَّﺍﺕِ ‏ ﻳَﻌْﻨِﻰ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕَ

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian” (HR. Tirmidzi).

Maksud kata “memutuskan kelezatan” dalam hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam

"Banyak yang bertanya-tanya, apa maksud memutuskan kelezatan. Apakah kita tidak boleh menikmati kelezatan dunia," ujarnya. 

Syekh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah menjelaskan bahwa maksudnya yaitu agar manusia  memikirkan akhirat yang merupakan kehidupan abadi dan jauh lebih baik. Dengan mengingat akhirat, maka  tidak akan bersenang-senang saja di dunia dan melupakan akhirat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya