Ibadah Haji dan Kurban Saling Terkait Erat, Begini Hikmahnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Sabtu 17 Juli 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 17 330 2442123 ibadah-haji-dan-kurban-saling-terkait-erat-begini-hikmahnya-u32gMSkLyg.jpg Ibadah haji dan kurban. (Foto: AFP)

Ketiga: Pentingnya Menuntut Ilmu Agama

Jama’ah sekalian yang saya hormati rahimakumullaah, cobalah kita renungkan kembali, mengapa kita mengetahui kewajiban berhaji dengan segenap tata caranya, mengapa kita mengetahui sholat hari raya dengan cara yang berbeda dari sholat lima, mengapa kita mengetahui syari’at berkurban dengan segenap aturannya, semua itu tidak lain karena kita belajar ilmu agama, kita membaca Al-Qur’an dan As-Sunnah, kita mendengarkan dari para Ustadz dan Kiai, sehingga dapat mengamalkannya dan menguatkan keimanan.

Oleh karena itu  semakin dalam ilmu agama yang dipelajari maka semakin banyak yang dapat diamalkan dan keimanan  akan semakin kokoh insya Allah.

Baca Juga: 15 Pelajaran dari Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Maka dari itu Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, 

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” [QS. Al-Mujadilah: 11]

Dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dengan agama.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah radhiyallahu’anhu]

Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqoloni Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, 

وَمَفْهُومُ الْحَدِيثِ أَنَّ مَنْ لَمْ يَتَفَقَّهْ فِي الدِّينِ أَيْ يَتَعَلَّمْ قَوَاعِدَ الْإِسْلَامِ وَمَا يَتَّصِلُ بِهَا مِنَ الْفُرُوعِ فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ

“Mafhum hadits ini adalah, siapa yang tidak melakukan tafaqquh fid diin (berusaha memahami agama), yaitu tidak mempelajari kaidah-kaidah Islam dan cabang-cabangnya maka sungguh ia telah diharamkan untuk meraih kebaikan.” [Fathul Baari, 1/165].

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menegaskan, 

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ، يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إِلَّا نَزَلَتْ عَلَيْهِمِ السَّكِينَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu agama, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan tidaklah ada satu kaum yang berkumpul di rumah Allah; membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, dicurahkan kepada mereka rahmat, malaikat meliputi mereka dan Allah menyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]

Keempat: Mengokohkan Persaudaraan dan Menguatkan Ikatan Kasih Sayang dengan Bersedekah

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, 

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Maka makanlah sebagian dari hewan sembelihan, dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.” [QS. Al-Hajj: 28] 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 

فَكُلُوا وَادَّخِرُوا وَتَصَدَّقُوا

“Makanlah hewan kurban itu, simpanlah dan bersedekahlah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]

Kelima:

Meneladani Pengorbanan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam di Jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman tentang kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam, 

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ (100) فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ (101) فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (102) فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ (103) وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاء الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107)

“(Ibrahim berkata): “Wahai Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang shalih”. Maka (kata Allah) Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, maka Ibrahim berkata: 'Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!' Ia menjawab: 'Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [QS. Ash-Shofat: 100-107]

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya