Ustadz Firanda Andirja: Berputus Asa dari Rahmat Allah Itu Dosa Besar

Vania Ika Aldida, Jurnalis · Senin 02 Agustus 2021 19:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 02 330 2449502 ustadz-firanda-andirja-berputus-asa-dari-rahmat-allah-itu-dosa-besar-csF99ne05S.jpg Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA. (Foto: YouTube Firanda Andirja)

USTADZ Dr Firanda Andirja Lc MA membagikan kajian Islam ilmiah dengan judul 'Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah'. Dalam unggahan video kajian di akun Instagram-nya @firanda_andirja_official itu, ia menampilkan cuplikan dari tausiyahnya yang tayang di kanal YouTube-nya.

Dalam video tersebut, Ustadz Firanda Andirja menyebut bahwa putus asa dari rahmat Allah Subhanahu wa ta'ala merupakan penyakit hati yang menyebabkan dosa besar. Bahkan, putus asa dari rahmat Allah Ta'ala mampu membuat seseorang melakukan bunuh diri.

Baca juga: Hati-Hati Bermedia Sosial, Akan Dicatat dan Dihisab di Akhirat Kelak 

"Di antara dosa besar berkaitan dengan hati adalah putus asa dari rahmat Allah. Ketika tertimpa berbagai masalah, dia putus asa seakan-akan buat apalagi dia hidup, putus asa seakan-akan Allah tidak mungkin menolongnya. Hati-hati seperti ini. Ini namanya Qunut," ungkap Ustadz Firanda.

"Kalau berbahaya mengantarkan dia kepada bunuh diri, itu sudah puncaknya," tegas dia.

Seseorang yang telah putus asa dari rahmat Allah Azza wa jalla akan terkena Qunut hingga memiliki pikiran jika Allah tak menyayanginya. Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Alquran Surah Az-Zumar Ayat 53 dan Surah Yusuf Ayat 87:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Artinya: "Katakanlah: 'Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS Az-Zumar: 53)

Baca juga: Kisah Heroik Nabi Daud Taklukkan Raja Jalut dengan Ketapel 

يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ

Artinya: "Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS Yusuf: 87)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lewat tausiyahnya, Ustadz Firanda berharap para mukmin tidak berputus asa apa pun musibah yang menimpa. Namun, takutlah jika selalu merasa aman dari azab Allah Subhanahu wa ta'ala, selalu berbahagia atas nikmat dari hasil maksiat, dari hasil kesalahan, dan tidak menyesal meski telah berbuat maksiat.

"Oleh karenanya kita seorang mukmin, apa pun yang terjadi, kita berusaha jangan putus asa dari rahmat Allah. Apa pun musibah, apa pun maksiat yang kita lakukan, jangan putus asa," tutur Ustadz Firanda.

Baca juga: Amalan Nabi Daud yang Paling Dicintai Allah Ta'ala 

"Sebaliknya di antara dosa besar merasa aman dari makar Allah, merasa aman dari siksaan Allah. Terus bermaksiat, selamat Allah tidak kasih siksaan. Berzina sana, berzina sini, Allah tidak kasih siksaan. Makan riba sana, makan riba sini, rentenir sana, rentenir sini, Allah tidak kasih siksaan," lanjutnya.

"Makin tinggi pangkat, makin tinggi jabatan. Bohong sana, bohong sini. Nipu sana, nipu sini. Jabatan makin tinggi. (Itu adalah) Istidraj. Allah tidak kasih siksaan, tetapi di dalam hatinya merasa aman dari siksaan Allah, itu dosa besar," tutupnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya