Terkait Sewa Menyewa, UAS: Ambil Manfaatnya tapi Jangan Hilangkan Bendanya

Ravie Wardani, Jurnalis · Selasa 10 Agustus 2021 20:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 330 2453450 terkait-sewa-menyewa-uas-ambil-manfaatnya-tapi-jangan-hilangkan-bendanya-7dwCjLVLbY.jpg Ustadz Abdul Somad (UAS). (Foto: YouTube Ustadz Abdul Somad Official)

USTADZ Abdul Somad menyampaikan hukum sewa menyewa yang dianjurkan dalam ajaran agama Islam. Ia menuturkan bahwasanya sesuatu yang disewakan hanya berupa jasa, baik yang terihat secara langsung maupun tidak. UAS juga mengatakan manusia hanya boleh mengambil manfaat yang ada pada sesuatu yang disewakan ini.

Hukum sewa menyewa acapkali menjadi polemik di tengah masyarakat. Bahkan, lanjut Ustadz Abdul Somad, sebagian ulama memiliki pendapat berbeda terkait masalah ini.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Beberkan Cara Mengatur Harta Anak Yatim 

UAS menyebut kegiatan sewa menyewa sudah berlangsung sejak zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Bahkan ia menukil kisah masa kecil Nabi Muhammad yang dititipkan kepada ibu susunya Halimatu Syadiah.

"Boleh tak sewa menyewa dalam Islam? Boleh, silakan. 'Kalau mereka menyusukan anakmu, maka berikanlah kepada mereka upah mereka.' Sewa menyewa kenapa pula ceritanya tentang menyusukan anak? Kan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ibu susunya Halimatu Syadiah, ibu kandungnya, Aminah. Maka zaman dulu tradisi orang Arab, ketika orang itu lahir, anak itu disusukan kepada seorang perempuan, maka dibayar itu. Jangan bayangan kita sewa itu hanya menyewa rumah kos, menyewa mobil rental, ini termasuk," ucap UAS, dikutip dari kanal YouTube-nya Ustadz Abdul Somad Official, Selasa (10/8/2021).

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Terangkan Ciri-Ciri Anak Sudah Akil Balig 

Ia juga kembali menceritakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam kerap menyewa jasa bekam dan memberi upah kepada orang tersebut. Dari kisah tersebut menjelaskan kegiatan sewa menyewa diperbolehkan dalam Islam asalkan terdapat manfaat yang bisa diambil.

"Dibayarlah upah karena dia sudah menyusukan anak. Nabi Shallallahu alaihi wassallam berbekam, tukang bekam itu dikasihnya upah. Yang paling tepat sewa menyewa ini adalah jasa. Karena kalau sewa tak mungkin kita sewa bini orang untuk menyusukan anak kita kan berarti sewa menyewa ini apa, jasa," tutur UAS.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari sederet kisah tersebut, UAS mengatakan seseorang hanya boleh mendapat manfaatnya saja dari sesuatu yang disewa dari orang lain. Ia menyampaikan larangan apabila benda yang disewa justru lenyap. Menurut dia, ini kerap berlaku pada sewa menyewa benda seperti rumah hingga mobil.

"Manfaat saja, tak boleh lenyap bendanya. Kita sewa rumah orang, rumahnya lenyap atau ada? Rumahnya ada abis kita sewa setahun. Kita rental mobil orang 24 jam, ada. Yang kita sewa itu adalah manfaatnya, manfaat rumah, manfaat mobil," jelas Ustadz Abdul Somad.

Baca juga: Ustadz Abdul Somad Jelaskan Hukum Suami Gunakan Gaji Istri 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya