Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perjuangan Menjadi Mualaf, Wanita di Medan Bertekad Jadi Muslimah hingga Ditabrak oleh Keluarga

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 18 Agustus 2021 |14:43 WIB
Perjuangan Menjadi Mualaf, Wanita di Medan Bertekad Jadi Muslimah hingga Ditabrak oleh Keluarga
Perjuangan menjada mualaf Maria Veronica Sinaga asal Medan, Sumatera Utara. (Foto: Youtube Ngaji Cerdas)
A
A
A

MUALAF menjadi langkah yang teramat penting bagi seseorang untuk meninggalkan agamanya yang lama dan memeluk agama Islam. Tentu setiap mendengar kisah tentang mualaf ada yang menarik dan dapat dipetik menjadi pelajaran. Perjuangan menjadi mualaf tidak mudah, banyak tantangan dari keluarga, lingkungan bahkan bisa saja dari suami atau istri.

Baca Juga: Mualaf Pertama di Inggris William Henry Quilliam Bergelar Profesor Hukum

Kisah mualaf seorang wanita di Medan, Sumatera Utara salah satunya dapat ditarik hikmahnya. Kota Medan dikenal sebagai kota yang keras berbeda dengan kota-kota lainnya. Namun niat Maria Veronica Sinaga untuk menjadi mualaf juga begitu keras.

Maria kini menetap di Jakarta namun pada 2018 di Medan, Maria memutuskan untuk menjadi Muslimah.

Baca Juga: Jenderal Soedirman Saat Pimpin Perang Gerilya dalam Kondisi Sakit Tak Pernah Menunda Sholat

Melansir YouTube Ngaji Cerdas disebutkan pada 2018 Maria tidak mengenal namanya Islam yang sesungguhnya.

"Hanya tahu oh iya Allah, Tuhan saya saat ini Allah. Dari situ mulai belajar, hijrah dari Medan ke Jakarta. Dari Jakarta ke Salatiga untuk mengenal Allah," ujarnya.

Baca Juga: Sabar Bukan karena Manusia Mampu Melakukan, tapi Atas Izin Allah Ta'ala

Saat itu Maria benar-benar bingung karena proses untuk menjadi mualaf tidak ada yang membimbingnya. Jadi proses mualaf yang dilakukannya benar-benar dilakukan sendiri.

Tapi alasan apa sehingga Maria memutuskan untuk menjadi Musimah? Maria menjelaskan tak lain karena ada perbedaan dari keluarga. Sisanya, ada hal yang tidak bisa disebutkan mengapa masuk Islam. Maria percaya hidayah Allah sangat besar. "Saya semua gantungkan, hidup mati saya hanya untuk Allah," tutur Maria.

Baca Juga: Siapakah Pemenang Sesungguhnya di Kehidupan Ini?

Maria juga menceritakan pengalaman sulit yang pernah dialami saat menjadi mualaf. Ketika mencoba hijrah, Maria masih ingat dia tak dianggap oleh keluarganya lagi, bahkan Maria juga mengaku dirinya dimasukkan ke rumah sakit jiwa.

Masih teringatnya dirinya dianggap gila oleh keluarganya dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa. "Pekerjaan saya hilang bahkan dijauhkan dari anak," bebernya.

Tak tahan dengan kondisi itu akhirnya Maria yang hanya mengantongi uang yang jumlahnya tak seberapa memutuskan pergi meninggalkan rumah. Namun Maria yakin menjadi mualaf itu memang harus berjuang, berserah, dan bergantung kepada Allah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement