Anisah menerangkan bahwa pada saat ini metode yang sering digunakan dalam pengukuran arah kiblat ada macam-macam seperti memanfaatkan bayang-bayang kiblat, memanfaatkan arah utara geografis (true north), dan mengamati ketika matahari tepat berada di atas Kakbah.
Namun jika ingin melalui proses perhitungan arah kiblat, maka dibutuhkan data antara lain: lintang tempat (φ), bujur tempat (λ), lintang Ka’bah (φk) dan bujur Kakbah (λk). Untuk lintang dan bujur tempat telah tersedia. Hanya saja daftar tersebut perlu diverifikasi dengan alat kontemporer.
(Vitrianda Hilba Siregar)