Share

Kisah Ulama Mantan Pendeta Jadi Mualaf karena Surah Ali Imran dan Azan Subuh

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 04 Oktober 2021 09:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 04 621 2480838 kisah-ulama-mantan-pendeta-jadi-mualaf-karena-surah-ali-imran-dan-azan-subuh-Y9IZ4vCv42.jpg KH Rohmat Hidayat menceritakan perjalanan dirinya bisa menjadi mualaf. (Foto: YouTube Trending TV)

HIDAYAH bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Bahkan untuk orang yang dulu kuat dengan keyakinannya, atas izin Allah Subhanahu wa ta'ala, ia bisa langsung membuka hatinya dan menjadi mualaf atau masuk Islam. Inilah yang dialami KH Rohmat Hidayat alias Mathius.

Dikutip dari tayangan video kanal YouTube Islam Trending TV, Senin (4/10/2021), Kiai Rohmat menceritakan awal mula ia akhirnya memutuskan menjadi mualaf. Padahal saat itu ia merupakan seorang pendeta, misionaris dengan cara membangun gereja, rumah sakit, hingga menolong umat lain agar memeluk keyakinannya saat itu.

Baca juga: Dibesarkan Tanpa Agama, Wanita Bule Ini Sekarang Mantap Jadi Muslimah 

Suatu hari ia mendengar azan subuh. Kala itu Mathius merasa aneh, mengapa suara dan bunyi azan subuh terasa aneh karena ada tambahan kalimat "Ash-shalaatu khairum minan-nauum".

Karena rasa penasarannya yang besar itu, akhirnya ia bertanya kepada seorang ustadz di salah satu kota di Jawa Barat, mempertanyakan mengapa suara azan subuh terasa aneh dan ada tambahan kalimat "Ash-shalaatu khairum minan-nauum".

"Beliau memberikan jawaban kepada saya: 'Lebih baik sholat daripada tidur'," kata Kiai Rohmat.

Baca juga: Kisah Elisabeth Mantap Jadi Mualaf Setelah Mengetahui Makna Surah Al Ikhlas 

Namun di situ Mathius bukannya mendapati rasa simpati, rasa bencinya kepada Islam makin besar. Hal itu karena dirinya merasa iri orang Islam rela meninggalkan tidurnya demi beribadah di pagi buta.

Kemudian ustadz tersebut memberikan sebuah Alquran dan terjemahannya kepada Mathius, cetakan dari Departemen Agama.

"Kata beliau kepada saya: 'Ini untuk bapak pendeta kalau memerlukan. Tapi kalau tidak tolong kembalikan'," tuturnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tapi saat itu Mathius tetap menerimanya dan membawanya ke kontrakan yang ditempatinya. Sebelum membuka Alquran yang diberikan ustadz itu, Mathius memperlihatkannya kepada anggotanya saat itu. Lalu mereka menertawakan apa yang sedang dibawa dan dipegang oleh Mathius (Alquran).

Namun Mathius tetap ingin membuka dan membacanya, meskipun saat itu ia belum bisa membaca tulisan Arab dan hanya memahami makna dari setiap ayat yang ada di dalam Alquran.

Baca juga: Kisah Wanita Keturunan Suku Aborigin Jadi Mualaf dan Luruskan Stigma Negatif soal Islam 

Sebelum membukanya, ia merasa ragu dan bingung harus memulai dari mana. Mathius pun berdoa kepada Tuhannya agar dibukakan mata telinga dan hati untuk membuka Alquran.

Saat membukanya, lembaran pertama yang dibukanya adalah Surah Ali Imran. Mathius tertuju pada ayat 85 dan 102, mengapa hanya ayat tersebut yang ditandai dengan warna merah.

Baca juga: 5 Ilmuwan Mantab Syahadat setelah Penelitiannya Terjawab di Alquran 

Hingga suatu hari Mathius tidak bisa tidur dan terus memikirkan ayat tersebut. Ia juga terus berusaha memahami maknanya karena rasa penasarannya.

Sambil menahan air mata, Mathius menceritakan makin dirinya berdoa kepada Tuhan, makin dibukanya makna dalam Alqur'an tersebut. Ia sendiri merasa heran, karena hal tersebut merupakan keanehan yang dirasakan sepanjang hidupnya.

Baca juga: Usai Dengar Azan, Mantan Tentara Ini Bersyahadat di Belakang Truk Militer 

Kemudian hidayah pun turun kepadanya, karena setelah mendengarkan azan subuh dan memahami ayat 85 dan 102 Surah Ali Imran. Mathius pun juga dengan tegas mengumumkan bahwa kepercayaan yang saat ini ia pegang adalah Islam, karena akan memberikan keselamatan kepadanya.

"Hanya Islam yang benar," tegas Kiai Rohmat.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Penyanyi Jazz Bersyukur Mendapat Hidayah Masuk Islam 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini