Kisah Pendeta Buhaira Penemu Tanda-Tanda Kenabian Muhammad

Intan Afika, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 614 2485359 kisah-pendeta-buhaira-penemu-tanda-tanda-kenabian-muhammad-GBOGNx1lWL.jpg Ilustrasi kisah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Sindonews)

TANDA-tanda kenabian Muhammad Shallallahu alaihi wassallam telah tampak sejak berusia remaja. Seorang pendeta Yahudi bernama Buhaira bersaksi atas kenabian Muhammad yang masih berusia belasan tahun saat itu. Pasalnya, Buhaira melihat peristiwa yang tidak biasa. Peristiwa apakah itu? Mari simak kisah selengkapnya.

Dikuti dari tayangan video di akun YouTube Kisah Islami, Rabu (13/10/2021), dikisahkan saat musim panas di tahun 582 Masehi, Abu Thalib berencana melakukan perjalanan dagang ke Negeri Syam. Muhammad kecil saat itu meminta ikut bersama pamannya, padahal usianya masih 12 tahun.

Baca juga: Kisah Masa Kecil Nabi Muhammad Disusui Halimah Sa'diyah, Berbagai Keajaiban Terjadi 

Mulanya Abu Thalib melarangnya, namun setelah mendengar permintaan dan pernyataan Muhammad yang akan sanggup menjalani perjalanan panjang, beliau pun mengizinkannya.

Kemudian tibalah saatnya Muhammad melakukan perjalanan dagang pertamanya menuju Syam bersama kafilah Abu Thalib. Mereka melewati jalur kafilah barat, yaitu menyusuri Laut Merah, Wadi Al-Qura, Hijr, dan Kota Bushra.

Info grafis keutamaan salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. (Foto: Okezone)

Bagi para kafilah, Bushra merupakan pusat perdagangan yang ramai sebelum tiba di Syam. Di daerah ini pula ada seorang pendeta terkenal bernama Buhaira. Kafilah Abu Thalib memutuskan untuk beristirahat sebentar tidak jauh dari rumah ibadah milik Buhaira.

Sementara di kediamannya, Buhaira merasa bingung karena awan selalu mengikuti kafilah Abu Thalib, seakan-akan melindunginya. Dikarenakan sangat penasaran, ia pun mengundang kafilah Abu Thalib ke rumahnya.

Baca juga: Ini Nasab dan Kelahiran Nabi Muhammad, Umat Islam Wajib Tahu 

Semua orang dari kafilah itu masuk ke rumah Buhaira, kecuali Muhammad. Hal ini karena Muhammad bertugas menjaga perbekalan kafilah. Setelah itu, Buhaira mengajak Muhammad masuk untuk menikmati makanan yang dihidangkan.

Setelah selesai makan, Buhaira bertanya banyak hal kepada Muhammad. Mulai dari postur tubuh hingga posisi tidurnya. Setelah melihat tanda kenabian di punggung Muhammad, Buhaira menghampiri Abu Thalib.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Buhaira mengatakan kepada Abu Thalib bahwa keponakannya itu merupakan nabi terakhir penerus Nabi Isa Alaihissallam. Dia adalah utusan Allah Subhanahu wa ta'ala bagi penduduk bumi.

Abu Thalib yang terkejut pun meminta penjelasan. Buhairah menjelaskan bahwa sejak rombongan kafilah Abu Thalib datang, tidak ada bebatuan dan pepohonan yang tidak sujud. Pasalnya, mereka tidak akan sujud melainkan kepada seorang nabi.

Baca juga: Kisah Hewan Anjing Marah saat Nabi Dihina dan Membuat 40 Ribu Orang Masuk Islam 

Mendengar penjelasan itu, Abu Thalib pun cemas. Lantas Buhaira meminta Abu Thalib untuk segera kembali ke Makkah, karena Syam adalah tempat yang tidak aman. Buhaira khawatir kaum Yahudi yang telah mendengar kabar ini mengincar Muhammad.

Benar saja, tidak lama setelah itu tiga pemuda Yahudi datang menghampiri Buhaira. Mereka menanyakan keberadaan pria yang ciri-cirinya mengacu pada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Namun, Buhaira mengatakan bahwa pria itu memiliki perlindungan dari Allah Subhanahu wa ta'ala yang tidak akan mampu dikalahkan siapa pun.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Tengah Malam Didatangi Malaikat yang Menyamar, Reaksinya Luar Biasa 

Di Mekkah, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam tumbuh menjadi seorang pemuda yang nyaris sempurna. Paling terhormat dari segi nasab, paling mulia akhlaknya, paling baik tutur katanya, paling jauh dari keburukkan pergaulan orang-orang Mekkah.

Sehingga, orang-orang Mekkah menjulukinya sebagai Al Amin, karena Allah Subhanahu wa ta'ala mengumpulkan segala hal baik kepada Nabi Muhammad.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya